HALUAN MADRASAH

Bimtek KBC MAN 2 Padang, Kakanwil : Guru Bukan Sekadar Pengajar

×

Bimtek KBC MAN 2 Padang, Kakanwil : Guru Bukan Sekadar Pengajar

Sebarkan artikel ini

PADANG, harianhaluan. id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), di Hotel Basko. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumbar Mustafa ketika membuka dan sekaligus sebagai pemateri, Kamis (11/6/26) memberikan apresiasi kepada Kepala MAN 2 Kota Padang beserta seluruh sivitas akademika yang dinilai konsisten menguatkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. 

Ditakakannya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan tahun 2025 sehingga pelaksanaan tahun ini menjadi momentum untuk memperdalam sekaligus mengukuhkan pemahaman para pendidik terhadap substansi dan praktik KBC dalam pembelajaran.

“Saya memberikan apresiasi kepada Kepala MAN 2 Kota Padang beserta seluruh sivitas akademika yang kembali melaksanakan kegiatan ini. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Mustafa menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Pembelajaran yang efektif tidak hanya mengandalkan penguasaan teknologi, tetapi juga harus menghadirkan sentuhan hati yang mampu membangun hubungan positif antara guru dan peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga komponen utama dalam pembelajaran dengan sentuhan hati. Pertama adalah membangun koneksi emosional antara guru dan siswa. Guru dituntut untuk mengenali peserta didiknya secara utuh, mulai dari bakat, minat, karakter, hingga latar belakang keluarga dan kondisi sosial ekonomi mereka.

Baca Juga  Kinara Andina Putri Siswi MTsN 5 Tanah Datar

Dikatakannya guru bukan sekadar pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga menjadi orang tua kedua di lingkungan pendidikan. Karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap kondisi siswa menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran yang humanis dan berorientasi pada perkembangan karakter.

Komponen kedua adalah menjadi pendengar yang empatik. Guru harus hadir sebagai tempat berkeluh kesah bagi peserta didik yang menghadapi berbagai persoalan, baik yang berasal dari lingkungan keluarga, pergaulan, maupun tantangan dalam proses belajar.

Pendekatan empatik menjadi salah satu esensi penting dalam KBC. Kehadiran guru yang mampu mendengar dan memahami kondisi siswa diyakini dapat membangun kepercayaan, menciptakan rasa aman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Komponen ketiga adalah menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Materi pembelajaran harus mampu meyakinkan siswa bahwa ilmu yang dipelajari memiliki manfaat nyata dalam kehidupan mereka, baik untuk kebutuhan dunia maupun akhirat.

Ia menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual menjadi salah satu strategi untuk menghadirkan kebermaknaan tersebut. Guru didorong mengaitkan materi pelajaran dengan realitas kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik dapat memahami manfaat konkret dari setiap ilmu yang dipelajari.

Baca Juga  Prestasi Gemilang, Adinda Siswi MAN 2 Pasaman Borong Empat Medali Emas

Pada kesempatan itu, Mustafa juga mengingatkan pentingnya kesiapan madrasah menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Ia menyebutkan bahwa pendidikan masa kini harus mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, kompetensi unggul serta literasi yang luas.

Aspek berikutnya yang tak kalah penting adalah literasi. Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga keluasan wawasan dan cara berpikir. Semakin tinggi budaya membaca yang dimiliki seseorang, semakin luas pula perspektif dan kreativitas yang dapat dikembangkan.

Kakanwil menyampaikan terima kasih kepada komite madrasah yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program pengembangan mutu pendidikan di MAN 2 Kota Padang. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Hadir dan memberikan sambutan Kakankemenag Padang Yasril.

Kepala MAN 2 Padang Ahmad Asdi melaporkan Bimtek KBC dilaksanakan 11 sampai 12 Juni 2026 diikuti 135 peserta. Tampil sebagai pemateri, Dr. Agusrida, MPd dari BDK Keagamaan, ⁠Supriadi, SPd, MT (BBPMP Sumbar) dan Ketua Ombudsman Sumbar Adel Wahidi, SE.I, MH. (humas).