AGAM, harianhaluan. id – Semangat kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi kembali terjalin di MTsN 3 Agam. Kepala MTsN 3 Agam, Dr. Hj. Ridha Albiy, SPd, MPd menyambut kedatangan delapan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/7/26) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di madrasah tersebut.
Dalam arahannya, kepala madrasah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UGM yang telah memilih MTsN 3 Agam sebagai mitra pelaksanaan KKN. Kehadiran mahasiswa merupakan kesempatan berharga untuk memperluas wawasan peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman.
“Selamat datang di MTsN 3 Agam. Kami merasa bangga dan bersyukur atas kehadiran adik-adik mahasiswa UGM. Semoga keberadaan kalian dapat memberikan inspirasi, menumbuhkan semangat belajar, serta menghadirkan pengalaman baru yang bermanfaat bagi peserta didik maupun seluruh warga madrasah. Kami siap mendukung seluruh rangkaian program yang telah dirancang,” kata Ridha.
Selama pelaksanaan KKN, delapan mahasiswa UGM akan mengimplementasikan empat program unggulan yang disusun sesuai dengan kebutuhan peserta didik MTsN 3 Agam.
Program pertama bertajuk, Jelajah Dunia Mikro : Pengenalan Mikrobiologi melalui Teknik Streak Plate” serta “Menjelajahi Dunia Mikrobiologi : Pengenalan Mikroorganisme dan Teknik Streak pada Media”.
Kegiatan yang ditujukan bagi murid kelas IX itu dipandu Rizel dan Getsa. Melalui praktik sederhana di laboratorium, murid akan diperkenalkan pada dunia mikroorganisme sekaligus memahami teknik dasar kultur bakteri sebagai bekal pengenalan ilmu mikrobiologi.
Program kedua mengangkat tema, Edukasi Proses Gunung Meletus melalui Eksperimen Sederhana serta Pengenalan Mitigasi Bencana dan Edukasi Kesiapsiagaan Menghadapi Longsor dan Galodo”. Program yang diperuntukkan bagi murid kelas VIII ini dipandu Evan dan EL.Â
Selain memahami proses terjadinya letusan gunung api melalui eksperimen, peserta didik juga dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah mitigasi bencana sebagai bentuk penguatan karakter tangguh terhadap risiko kebencanaan, terutama yang relevan dengan kondisi geografis Sumbar.
Program ketiga adalah, Edukasi Cerdas Digital Cilik (ECDC) dipandu Chindy untuk siswa kelas VIII. Melalui program ini, peserta didik diajak menjadi generasi digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi, media sosial, serta memahami pentingnya menjaga keamanan dan etika di ruang digital.
Sementara itu, program keempat merupakan Penghidupan Kembali “Kampung Inggris” Balingka dipandu Syahrul. Program bertujuan membangkitkan kembali budaya berbahasa Inggris melalui aktivitas pembelajaran yang komunikatif, menyenangkan, dan interaktif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Kepala MTsN 3 Agam berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa UGM dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi akademik maupun penguatan karakter peserta didik. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
“Kami percaya, sinergi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi murid tetapi juga menjadi ruang belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat madrasah. Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar dan meninggalkan jejak kebaikan yang berkelanjutan,” tutupnya. (humas).






