KAMPUS

Mahasiswa KKN Unand Data Potensi dan Persoalan Peternakan di Nagari Durian Tinggi

×

Mahasiswa KKN Unand Data Potensi dan Persoalan Peternakan di Nagari Durian Tinggi

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HARIANHALUAN.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas melaksanakan pendataan ternak sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan peternakan di Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juli 2026.

Pendataan dilakukan dengan mendatangi langsung para peternak di sejumlah jorong di Nagari Durian Tinggi. Mahasiswa melakukan wawancara serta mencatat berbagai informasi terkait jenis ternak, pola pemeliharaan, hingga kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan.

Koordinator Humas KKN Unand Durian Tinggi, Trici Ayunda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi sektor peternakan di nagari.

Menurutnya, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah nagari maupun pihak terkait dalam menyusun program pengembangan peternakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil pendataan, mayoritas warga memelihara sapi, kerbau, dan kambing. Sistem pemeliharaan yang diterapkan masih didominasi pola intensif dan semi intensif dengan memanfaatkan lahan serta sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan peternak.

Meski memiliki potensi yang cukup besar, mahasiswa menemukan sejumlah kendala yang masih dihadapi peternak. Di antaranya ketersediaan pakan yang masih bergantung pada pencarian secara mandiri, kesulitan dalam pemasaran hasil ternak, hingga ancaman penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta kembung.

Baca Juga  Tiga Program Studi ITP Beri Penyuluhan Waspada Longsor dan Bangunan Tahan Gempa di Sungkai

Selain itu, hasil pendataan juga menunjukkan sebagian besar peternak masih menjalankan usahanya secara mandiri dan belum tergabung dalam kelompok ternak. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab belum optimalnya akses terhadap bantuan, pelatihan, maupun pendampingan dari pemerintah.

Penanggung jawab Program Kerja Pendataan Ternak, Aqshal, Sifra, dan Alif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengumpulkan data, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat di sektor peternakan.

“Melalui program pendataan ternak ini, kami ingin mengidentifikasi kondisi serta permasalahan yang dihadapi para peternak di Nagari Durian Tinggi. Dari hasil pendataan terlihat bahwa masih banyak peternak yang belum tergabung dalam kelompok ternak, sehingga bantuan maupun pelatihan dari pemerintah nagari belum dapat tersalurkan secara maksimal,” ujar mereka.

Mereka berharap data yang telah dihimpun dapat menjadi dasar bagi pembentukan kelompok ternak di Nagari Durian Tinggi. Dengan adanya kelompok ternak, berbagai program pemberdayaan seperti pelatihan, pendampingan, hingga bantuan permodalan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

Salah seorang peternak sapi, Muhammad Syafeni, mengaku kendala terbesar yang selama ini dihadapi adalah pemasaran hasil ternak. Menurutnya, peternak membutuhkan dukungan agar hasil usaha mereka memiliki akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Sumbar Belum Mandiri Secara Fiskal

“Selama ini kendala terbesar yang kami hadapi adalah pemasaran hasil ternak. Kami berharap ada sosialisasi dan penyuluhan agar peternakan di Nagari Durian Tinggi semakin berkembang dan hasil ternak lebih mudah dipasarkan,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan Aditya, peternak kambing dari Sunah My Farm. Ia menilai pelatihan dan dukungan dari pemerintah nagari sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami berharap adanya pelatihan serta dukungan dari pemerintah nagari agar para peternak, khususnya peternak kambing di Nagari Durian Tinggi, dapat lebih fokus mengembangkan usaha ternaknya sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak,” ujar Aditya.

Melalui kegiatan pendataan ini, mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor peternakan di Nagari Durian Tinggi. Data yang telah dihimpun diharapkan menjadi pijakan awal bagi pemerintah nagari, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun program pengembangan peternakan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak. (*)