LIMA PULUH KOTA, Harian Haluan. id – Komitmen MAN Lima Puluh Kota dalam melahirkan generasi madrasah yang unggul dan berprestasi terus diwujudkan melalui berbagai program akademik. Mulai Sabtu, 1 Agustus 2026, madrasah secara resmi melaksanakan Pelatihan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains dan OMI Riset bagi seluruh peserta didik kelas X.
Kegiatan itu dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pagi sebagai bagian dari Program Unggulan Bidang Akademik dan Kurikulum. Sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.
Berdasarkan pilihan tersebut, mereka kemudian dikelompokkan ke dalam berbagai bidang pembinaan, yaitu OMI Sains yang meliputi Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Ekonomi, dan Geografi, serta OMI Riset yang berfokus pada penelitian ilmiah dan pengembangan inovasi.
Setiap kelompok dibimbing guru yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, sehingga proses pembinaan berlangsung lebih terarah, intensif, dan berkualitas.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, SAg, M.MPd menegaskan bahwa program unggulan bidang akademik dan kurikulum merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
“Program unggulan bidang akademik dan kurikulum merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Melalui pengelolaan kurikulum yang terarah dan program akademik yang berkualitas, madrasah diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal,” katanya.
Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum Nelfia Nofitri, SPd.I, MPd menambahkan bahwa MAN Lima Puluh Kota terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang berkualitas melalui berbagai program unggulan.
Sejak pelaksanaan perdana, antusiasme peserta didik kelas X terlihat begitu tinggi. Mereka mengikuti setiap sesi pembimbingan dengan penuh semangat, aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap bidang yang mereka pilih. Para guru pembimbing pun memberikan motivasi dan strategi belajar agar peserta didik mampu berkembang secara maksimal dan siap menghadapi berbagai kompetisi akademik di masa mendatang.
Menurut para pembimbing OMI, pembinaan sejak awal merupakan langkah penting untuk membentuk karakter ilmiah, daya saing, kemampuan berpikir kritis, serta budaya riset di lingkungan madrasah. (humas).






