SAWAHLUNTO, harianhaluan.id – Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro memimpin Rapat Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2025/2026, Kamis (18/6/26).
Hadir Kepala Urusan Tata Usaha Yurmaini, para wakil kepala, guru dan tenaga kependidikan (GTK). Rapat yang menjadi penentu perjalanan akademik peserta didik tersebut berlangsung lancar.
Setiap wali kelas secara bergantian memaparkan kondisi akademik, kehadiran, sikap, serta perkembangan peserta didik selama satu tahun pembelajaran. Data dan fakta yang disampaikan menjadi dasar utama dalam proses pengambilan keputusan terkait kenaikan kelas masing-masing siswa.
Pembahasan semakin mendalam ketika para guru mata pelajaran memberikan tanggapan, masukan, dan pertimbangan terhadap capaian belajar peserta didik. Berbagai sudut pandang dikemukakan secara terbuka demi memastikan setiap keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi nyata siswa. Tidak jarang diskusi berlangsung cukup alot karena setiap guru berupaya memberikan penilaian yang objektif dan berpihak pada kualitas pendidikan.
Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril dalam arahannya menegaskan bahwa rapat kenaikan kelas bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum evaluasi menyeluruh terhadap proses pendidikan yang telah dijalankan selama satu tahun pelajaran. Menurut Dafril keputusan yang dihasilkan harus dilandasi rasa tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian terhadap masa depan peserta didik.
“Setiap keputusan yang kita ambil hari ini akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu, mari kita mengedepankan objektivitas, profesionalisme, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didik,” ujar Dafril.
Rapat yang berlangsung selama beberapa jam tersebut akhirnya menghasilkan keputusan yang telah disepakati bersama berdasarkan berbagai pertimbangan akademik maupun nonakademik. Seluruh peserta rapat menunjukkan komitmen yang tinggi untuk menjaga kualitas pendidikan dan memastikan setiap siswa memperoleh penilaian yang adil sesuai kemampuan dan perkembangan masing-masing.
Di penghujung kegiatan suasana penuh kelegaan dan rasa syukur tampak menghiasi wajah para peserta rapat. Perbedaan pandangan yang muncul selama pembahasan justru menjadi warna yang memperkaya proses musyawarah. Dari ruang rapat itu lahir keputusan-keputusan yang tidak hanya berlandaskan angka dan nilai, tetapi juga memperhatikan proses, karakter, serta potensi peserta didik. (humas).






