HALUAN MADRASAH

MTsN 15 Tanah Datar Gelar Lokakarya, Kepala MAN 1 Tanah Datar Narasumber 

×

MTsN 15 Tanah Datar Gelar Lokakarya, Kepala MAN 1 Tanah Datar Narasumber 

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, harianhaluan. id – Dalam rangka memperkuat kualitas pembelajaran, MTsN 15 Tanah Datar menggelar lokakarya bertema Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) di Aia Angek Cottage, Padang Panjang, Senin 15 Juni 2026. 

Kepala MAN 1 Tanah Datar, Rika Maria, didapuk menjadi narasumber. Materi disajikan dengan gaya menarik dan mudah dipahami. Intisari KBC yang disampaikan menekankan bahwa kasih sayang menjadi fondasi utama dalam setiap interaksi pendidik dan murid. 

Disampaikannya KBC bukan sekadar teori, melainkan cara mengajar yang mengedepankan pengenalan potensi unik setiap anak, penghargaan atas usaha, dan pembinaan akhlak lewat keteladanan, sehingga tumbuh rasa percaya diri dan keinginan kuat untuk belajar. Sementara itu, PM diuraikan sebagai proses yang mengajak murid tidak sekadar menghafal, melainkan memahami makna, menghubungkan antar konsep, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata lewat kegiatan yang bermakna, penyelidikan, dan pemecahan masalah.

Baca Juga  Kunjungan Staf Ahli Kebijakan Publik Kementerian Koperasi, Buka Jalan Baru untuk Teknik Pengelasan MAN 2 Sijunjung

Para peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan MTsN 15 Tanah Datar mengikuti setiap penjelasan dengan antusias tinggi, mencatat hal‑hal penting dan aktif bertukar gagasan.

Kepala MTsN 15 Tanah Datar, Fitri Evalius, SPd, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kesediaan dan ilmu yang dibagikan. 

“Kehadiran Ibu  Rika Maria memberikan wawasan baru dan semangat luar biasa bagi kami. Materi yang disampaikan sangat pas dengan kebutuhan pengajaran saat ini, kami berharap kerja sama ini terus berlanjut demi kemajuan pendidikan di Tanah Datar,” ujarnya.

Baca Juga  Usai Upacara Hardiknas, Koperasi Al Ikhlas MTsN 12 Tanah Datar Gelar RAT 

Rika Maria menyambut hangat antusiasme peserta. Dia menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta dan pembelajaran mendalam adalah kunci mencetak generasi tangguh yang tetap menjaga nilai luhur. 

“Mengajar bukan hanya mentransfer ilmu, tapi juga menyentuh hati dan membangun karakter. Semoga apa yang kita bahas hari ini segera diterapkan dan membawa manfaat besar bagi anak‑anak didik,” tambahnya. (humas).