PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman 2025-2030, Yota Balad-Mulyadi akan memulai 100 hari kerja dengan realisasi seragam sekolah gratis. Bantuan ini merupakan bagian dari program pendidikan gratis yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa belajar di sekolah.
Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi usai membuka forum konsultasi publik untuk rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Senin (24/2/2025). Menurutnya, terdapat banyak pertimbangan untuk realisasi program 100 hari kerja di tengah terbatasnya anggaran daerah akibat efisiensi.
“Ada beberapa kegiatan yang kita realisasikan dan ada juga yang kita inventarisasikan. Karena target pertama kita, yaitu mendapatkan data skala kebutuhan masyarakat untuk dapat melaksanakan visi misi,” kata Mulyadi.
Ia menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan ialah pendataan dan pemetaan skala kebutuhan ke masyarakat. Khusus untuk program satu keluarga satu tahfiz, akan data inventarisasi jumlah hafiz, serta rumah tahfiz, pondok pesantren, MDA dan MDTA.
“Kita inventarisasi dulu sejauhmana kebutuhan masyarakat akan program yang kita jalankan sebagai pedoman. Agar program ini terealisasi dengan baik, harus dipastikan jumlah kebutuhan di setiap rumah dan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Mulyadi menyebut program yang bisa direalisasi lebih dulu ialah pemberian seragam sekolah gratis. Menurutnya, penyaluran bantuan ini tidak akan membebankan anggaran daerah, sehingga bisa dilaksanakan dalam masa 100 hari kerja.
“Sementara kita melakukan pendataan ke masyarakat, kita bisa menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis sebagai bagian visi misi kita untuk memudahkan akses siswa bersekolah,” kata dia.
Ia menyebut visi misi yang dibawakan olehnya melalui Dasa Cita Yota Balad-Mulyadi akan menjadi program prioritas dalam penyusunan RPJMD Kota Pariaman. Menurutnya, program yang akan disesuaikan tidak muluk-muluk, sehingga bisa langsung diimplementasikan.