Pertemuan
Kala mendatangimu di tempat pertemuan kita..
kubawa setangkup doa..
Dalam wangi bunga-bunga..
Kuketuk pintumu dengan perlahan..
Agar datangku tak mengusikmu..
Kupanggil namamu pelan-pelan..
Agar hadirku tak mengganggumu..
Wahaiii…bagaimana aku harus memulai…
Seribu cerita meriuh dalam kata…ingin kukisahkan tanpa jeda…
Tapi….rindu ini memelukku erat-erat…
Aku rindu..tak terbatas waktu…
Pertemuan kita berakhir jua…
Tak ada cerita..hanya rindu membuncah jiwa..
- Puisi ini merupakan terbitan dari halaman Randai edisi Minggu, 12 Juli 2026, oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat.












