HARIANHALUAN.ID – Pertamina Sumatra Barat (Sumbar) berencana akan menyediakan tiga posko di Kota Payakumbuh, diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang kesulitan melakukan pendaftaran pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke situs subsiditepat.mypertamina.id.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar melakukan pendaftaran, nanti kalau ada kesulitan silahkan datang ke posko yang kita sediakan. Untuk Payakumbuh, rencananya akan ada tiga posko yang nantinya kita siapkan,” ujar Sales Area Manager Pertamina Sumbar, Narotama Fazri saat melakukan sosialisasi pendaftaran BBM Subsidi untuk roda empat dengan menggunakan QR Code di Balai Wartawan Luak Limo Puluh, Selasa (26/72022).
Menurutnya, pendaftaran BBM Subsidi ini tidak sulit yakni dengan hanya menyediakan data diri, data kendaraan dan jenis subsidi yang dipilih. Masyarakat tinggal mengikuti langkah-langkah pendaftaran di situs tersebut.
“Kami terus melakukan sosialisasi untuk pendaftaran ini, termasuk ke daerah yang tidak menjadi percontohan, sehingga nantinya ketika sudah dilaksanakan atau diimplementasikan, masyarakat kita sudah mengerti,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa penggunaan QR Code dalam pembelian BBM bersubsidi masih untuk roda empat, sedangkan untuk roda dua belum ada diputuskan.
“Penggunaan ini agar BBM bersubsidi ini tidak disalahgunakan atau diselewengkan. Sehingga nantinya BBM bersubsidi ini lebih tepat sasaran dan meminimalisir penyelewengan,” katanya.
Ia mengatakan, Kota Payakumbuh menjadi kota pertama di Sumbar yang diberikan sosialisasi untuk pendaftaran, selain lima daerah yang menjadi percontohan, yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kota Pariaman.
“Hingga saat ini sudah ada 5.673 kendaraan pendaftar BBM subsidi di Sumbar. Untuk pertalite sebanyak 4.376 kendaraan dan untuk bio solar 1.297 kendaraan,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa saat ini untuk penggunaan transaksi pembelian BBM bersubsidi untuk roda empat dengan menggunakan kode respon cepat (QR Code) di Kota Payakumbuh masih menunggu instruksi.
“Untuk implementasi penggunaannya itu kita masih menunggu arahan dari pusat, sekarang kita terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar mendaftar ke situs yang telah kita sediakan,” ujarnya. (*)