Tiga Warga Positif DBD, Puskemas Lubuk Begalung Lakukan Fogging

fogging

Petugas Puskesmas Lubuk Begalung saat melakukan fogging di Kelurahan Cengkeh, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (9/1/2023). IST

HARIANHALUAN.ID – Petugas Puskesmas Lubuk Begalung melakukan fogging dan memberikan sosialisasi edukasi kepada masyarakat terkait penyakit demam berdarah (DBD) di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (9/1/2023).

Kepala Puskesmas Lubuk Begalung, Dokter Dari Ramadani mengatakan, fogging serta sosialisasi pencegahan DBD tersebut dilakukan pascaditemukannya tiga pasien positif demam berdarah di wilayah kerja puskesmas yang dipimpinnya tersebut.

“Kasus positif DBD kita temukan di Kelurahan Banuaran, Cengkeh, dan Parak Laweh. Masing-masing kelurahan memiliki satu kasus positif DBD, sehingga kita langsung melakukan fogging dan menerjunkan juru pemantau jentik atau jumantik ke lapangan,” ujarnya kepada Haluan, Rabu (11/1/2023).

Sari menuturkan, di samping melakukan fogging dan menerjunkan tim jumantik ke tiga kelurahan itu, pihaknya bersama lurah dan masyarakat di RT RW setempat, juga telah melakukan gotong royong bersama untuk membersihkan saluran drainase yang diduga kuat sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti, penyebar penyakit demam berdarah.

Dijelaskannya, gotong royong tersebut dilaksanakan secara serentak di tiga kelurahan pada Minggu (8/1/2023). Sedangkan sehari setelahnya, kata Sari, melalui penerjunan tim jumantik ke lapangan ditemukan fakta bahwasanya jentik nyamuk DBD banyak ditemukan berkembang di wadah maupun tempat penyimpanan air bersih milik masyarakat.

Atas kondisi itu, kata Sari, pihaknya melalui petugas yang diterjunkan langsung ke lapangan, telah memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat menyingkirkan semua wadah yang bisa menampung air dan menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk demam berdarah.

“Kita mengedukasi masyarakat untuk membersihkan air tergenang di dispenser, pot bunga ataupun tempat lainnya. Kebiasaan masyarakat menampung air bersih di musim hujan kemarin turut menyebabkan banyaknya jentik nyamuk demam berdarah,” katanya.

Ia menerangkan, nyamuk aedes aegypty atau nyamuk demam berdarah cenderung menyukai air bersih tergenang sebagai tempat berkembang biak dibandingkan dengan air kotor. Untuk itu, guna mencegah berjangkitnya penyakit demam berdarah, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Semua wadah yang bisa menampung air hujan hendaknya segera disingkirkan. Begitu juga dengan saluran drainase, kita selalu mengimbau agar masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah,” tuturnya. (*)

Exit mobile version