OLAHRAGA

26 Tahun Menanti, Taekwondo Kota Solok Rebut Lima Emas di Era Efriyon Coneng

Tim Redaksi
×

26 Tahun Menanti, Taekwondo Kota Solok Rebut Lima Emas di Era Efriyon Coneng

Sebarkan artikel ini

SOLOK, HARIANHALUAN.ID — Setelah menanti selama 26 tahun, Taekwondo Kota Solok akhirnya memecah kebuntuan medali emas pada ajang Multi Event Porprov Sumatera Barat 2026. Prestasi ini menjadi catatan manis bagi cabang olahraga bela diri tersebut, sekaligus menandai kebangkitan Taekwondo Kota Solok di bawah kepemimpinan Efriyon Coneng, S.H.

Tak tanggung-tanggung, kontingen Taekwondo Kota Solok berhasil memboyong 13 medali, terdiri atas lima emas, dua perak, dan enam perunggu. Raihan tersebut menjadi buah perjuangan atlet, pelatih, dan pengurus yang selama ini bekerja keras membangun prestasi.

Keberhasilan memutus penantian panjang sejak 2000 itu bukan sekadar soal bertambahnya koleksi medali. Lebih dari itu, prestasi tersebut menghadirkan harapan baru bagi dunia olahraga Kota Solok, yang selama pelaksanaan Porprov Sumatera Barat sebelumnya belum pernah menembus 10 besar klasemen akhir.

Di bawah kepemimpinan Efriyon Coneng, capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkesinambungan dapat membuka jalan bagi lahirnya prestasi. Lima medali emas yang diraih Taekwondo sekaligus menjadi pelecut semangat bagi atlet dari cabang olahraga lainnya untuk memberikan hasil terbaik bagi Kota Solok.

Baca Juga  Pemko Pariaman Bersama Perserosi Sumbar Bakal Gelar Kejuaran Sepatu Roda Terbuka Tingkat Nasional

Terkait itu, Efriyon Coneng menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan jajaran pengurus yang telah berjuang hingga berhasil mencatatkan hasil membanggakan tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Setelah penantian panjang sejak tahun 2000, akhirnya Taekwondo Kota Solok kembali meraih medali emas. Capaian lima emas, dua perak, dan enam perunggu ini merupakan hasil kerja keras atlet, dedikasi pelatih, serta dukungan semua pihak yang ikut berjuang membangun Taekwondo Kota Solok,” ujar Efriyon kepada Harianhaluan.id, Jumat (9/10/2026)

Menurutnya, raihan 13 medali tersebut tidak boleh membuat atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, keberhasilan ini harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan melahirkan prestasi yang lebih baik pada masa mendatang.

“Jadikan 13 medali ini sebagai awal dari kebangkitan, bukan akhir perjuangan. Tetap rendah hati ketika menang, terus belajar dan memperbaiki diri, serta jangan pernah menyerah ketika menghadapi tantangan. Kita ingin prestasi ini berkelanjutan dan menjadi kebanggaan bagi Kota Solok,” kata anggota DPRD Kota Solok ini.

Ia menegaskan, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan latihan yang terarah, kedisiplinan, mental bertanding, serta dukungan yang konsisten agar atlet mampu bersaing dan mempertahankan prestasi pada berbagai kejuaraan.

Baca Juga  Match Day 2 Soeratin U-17, Josal FC Dapat Pelajaran Berharga Saat Hadapi PSP

Atas alasan itu, ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Kota Solok untuk terus mengasah kemampuan dan berani memasang target lebih tinggi.

“Kita telah membuktikan bahwa atlet Kota Solok mampu bersaing dan berdiri di podium juara. Teruslah berlatih, jaga kekompakan, dan harumkan nama Kota Solok pada ajang-ajang berikutnya,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan klasemen sementara Porprov Sumbar 2026, Kota Solok saat ini berada di peringkat kedua dengan koleksi 71 medali emas, 59 perak, dan 58 perunggu, atau total 188 medali. Posisi tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya pertandingan.

Bagi Kota Solok, keberhasilan Taekwondo memecah penantian medali emas setelah lebih dari dua dekade sejatinya menjadi momentum penting untuk membangun tradisi prestasi olahraga. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan dan memastikan semangat yang telah ditunjukkan para atlet Taekwondo menular ke cabang olahraga lainnya. (*)