AROSUKA, HARIANHALUAN.ID— Pagi yang semula tenang di Jorong Gantiang, Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, mendadak berubah panik. Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari sebuah rumah permanen milik Yulmiati (50), Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 10.20 WIB. Dalam hitungan menit, api membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.
Saat kebakaran terjadi, Yulmiati diketahui tidak berada di rumah. Ia sedang membantu memasak di rumah warga yang tengah menggelar persiapan acara pernikahan. Ketika itu, seorang warga pertama kali melihat asap keluar dari bagian kamar rumah korban.
Nilwan Aljufri (50), salah seorang saksi mata, segera memberi tahu warga sekitar. Tak butuh waktu lama, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi dan berusaha memadamkan api secara swadaya.
Warga mencoba mengendalikan kobaran api dengan peralatan seadanya. Bahkan sebagian atap rumah dibuka untuk mempercepat proses pemadaman. Namun, bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar.
Sekitar dua jam kemudian, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB setelah tiga unit armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Solok tiba di lokasi dan dibantu masyarakat setempat.
Kapolsek Payung Sekaki, IPTU Mayhendi, SH, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh konsleting listrik yang berasal dari kamar rumah korban. Saat ini kami masih melakukan pendataan serta meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi,” ujar IPTU Mayhendi.
Ia juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang turut membantu proses pemadaman sehingga api tidak merembet ke rumah warga lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Selain itu, kewaspadaan warga sangat membantu dalam mencegah kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, rumah permanen milik Yulmiati mengalami kerusakan berat. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp250 juta.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini praktis mengundang rasa empati warga untuk meringankan beban korban. Dukungan salah satunya datang dari ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Solok. Ormas besutan Japto Soerjosoemarno ini langsung bergerak cepat menggalang donasi dari internal anggotanya.
” Korban adalah keluarga salah seorang anggota Koti Mahatidana MPC PP Kab. Solok. Dukanya adalah duka kami bersama. Kita tak sedarah, tapi lebih dari saudara,” tegas Ketua MPC PP Kabupaten Solok Lamud Wijaya. (*)












