HARIANHALUAN. ID – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang melaksanakan upacara bendera, Senin (13/4/26) di lapangan madrasah diikutiĀ guru, tenaga kependidikan dan siswa. Bertindak sebagai pembina upacara, Zainal yang merupakan Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 5 Padang.Ā
Dalam amanatnya, Zainal menekankan bahwa nasionalisme merupakan rasa cinta terhadap tanah air yang harus terus ditanamkan dalam diri generasi muda.
āDalam kehidupan berbangsa dan bernegara, nasionalisme adalah hal utama. Saat ini, semangat nasionalisme generasi muda mulai berkurang. Padahal, para pemuda terdahulu rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia,ā ujar Zainal.
Zainal juga mengingatkan momen bersejarah seperti peristiwa insiden Hotel Yamato sebagai simbol kuatnya semangat cinta tanah air.
āKetika lagu Indonesia Raya berkumandang dan bendera Merah Putih berkibar, itu menjadi pengingat bagi kita semua. Kalau bukan kita yang mencintai negara ini, siapa lagi? Tidak mungkin orang lain lebih mencintai Indonesia dibandingkan kita,ā tegas Zainal.
Lebih lanjut, Zainal mengajak seluruh siswa untuk memiliki niat yang baik dalam meraih prestasi, menjaga disiplin, serta berani menghadapi kegagalan.
āPasang niat yang baik untuk berprestasi, disiplin dalam setiap hal, dan jangan takut gagal. Orang-orang hebat justru pernah gagal, lalu bangkit kembali,ā kata Zainal.
Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya faktor kemalasan.
āKita ingin berprestasi agar kehidupan menjadi lebih baik. Namun semua itu harus ditempuh dengan cara yang benar dan disiplin. Tanpa disiplin, semuanya akan sia-sia,ā lanjut Zainal.
Selain itu, Zainal menyampaikan bahwa upaya penegakan disiplin yang dilakukan guru MTsN 5 Padang merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan siswa.
āGuru-guru terus menegakkan disiplin setiap hari. Walaupun terkadang ada yang merasa tidak senang, itu semua dilakukan demi kebaikan bersama,ā ujar Zainal.
Sebagai penutup, Zainal mengangkat kisah inspiratif dari Buya Hamka yang tetap bangkit meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
āJangan pernah berpikir orang hebat tidak pernah gagal. Belajar dari Buya Hamka, kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan,ā tutup Zainal. (humas).






