HARIANHALUAN – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Tanah Datar menyelenggarakan Ujian Madrasah (UM) diikuti 273 orang siswa.
Pelaksanaan UM dimulai 20 sampai 27 April 2026. Pelaksanaan UM tahun ini, dilakukan secara daring dengan memanfaatkan platform Google Form sebagai media utama. Sebanyak 273 siswa yang mengikuti ujian dibagi menjadi 14 ruang ujian dengan jumlah siswa 20 orang setiap lokalnya.
Sebelum ujian dimulai, panitia ujian menggelar acara pembukaan yang dilaksanakan di aula terbuka. Seluruh siswa dibariskan dengan rapi sesuai kelas masing-masing untuk mengikuti arahan dan pembekalan dari panitia ujian. Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh kedisiplinan.
Kepala MTsN 6 Tanah Datar, Dra. Yulismar, MAg menyampaikan nasehat kepada peserta ujian agar mengikuti dengan sungguh-sungguh dan jujur.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama ujian serta memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana untuk mengukur kemampuan diri.
“Anak-anak kami harapkan dapat mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri, menjaga kejujuran, serta tetap berdoa agar diberikan kelancaran. Ujian ini bukan hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter,” pesannya.
Ujian dimulai setiap hari pukul 07.00 WIB dan dilaksanakan sesuai SOP yang ketat guna menjamin mutu pelaksanaan ujian. Setiap hari diujikan dua mata pelajaran dengan adanya jeda istirahat sebelum pelaksanaan ujian kedua.
Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Al Qur’an Hadis.
Yulismar dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa pelaksanaan UM tahun ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
“Pelaksanaan UM berbasis daring ini diharapkan mampu meningkatkan kejujuran, kemandirian, serta literasi digital siswa. Alhamdulillah, hingga saat ini pelaksanaan berjalan dengan tertib dan lancar,” ujarnya.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Neni Erita, SPd, menambahkan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari kesiapan perangkat, jaringan, hingga simulasi ujian.
“Kami telah melakukan berbagai persiapan teknis agar tidak terjadi kendala selama ujian berlangsung. Guru dan siswa juga sudah dibekali dengan pemahaman penggunaan Google Form, sehingga pelaksanaan berjalan efektif,” jelasnya. (humas)






