SOLOK, harianhaluan.id – Membangun jejaring kemitraan dan kesatuan visi demi kemajuan pendidikan islami, Kepala MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan, Dr. Rika Maria berbagi wawasan serta pengalaman bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan (GTK) MTsN 2 Solok.
Pertemuan tersebut berlangsung, Sabtu, (19/9/26) di D’Relazion Restaurant, Solok, dalam rangkaian kegiatan pengembangan kompetensi GTK.
Kegiatan berupa workshop dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Solok Dr. Dedi Wandra, mengangkat misi utama mewujudkan pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada penguasaan materi, melainkan juga bermakna, menyentuh hati, dan membentuk karakter luhur peserta didik.
Rika Maria hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi bertajuk “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam untuk mewujudkan Pembelajaran Bermakna dan berkarakter”.
Dia mengajak seluruh peserta memandang pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan penanaman kasih sayang, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan.
“Kurikulum berbasis cinta menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama. Ketika anak didik merasa dicintai, dihargai, dan didukung, mereka akan tumbuh percaya diri, berani berkarya dan mencintai ilmu yang dipelajari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam mengajak para murid tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi mendorong murid memahami hakikat ilmu, menghubungkannya dengan kehidupan nyata, serta mengamalkannya dalam tindakan sehari-hari.
“Pembelajaran mendalam mengubah pola pikir: dari sekadar tahu menjadi memahami, dan dari sekadar mengikuti menjadi berkontribusi nyata bagi lingkungan dan sesama,” tegasnya.
Kepala MTsN 2 Solok, Erdinal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rika Maria.
“Kehadiran yang membawa angin segar dan inspirasi baru. Materi disampaikan dapat langsung diterapkan. Semangat serta ketulusan beliau menjadi teladan luar biasa. Terima kasih atas ilmu, waktu, dan dedikasi yang dibagikan sepenuh hati,” ujarnya.
Sinergitas itu diharapkan terus berlanjut, melahirkan praktik pendidikan yang inovatif, hangat, dan bermutu, sehingga melahirkan generasi yang cerdas akalnya, lembut hatinya dan kokoh akhlaknya. (humas).






