PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Bagaimanapun, kompleksitas bencana yang kerap terjadi di Sumbar menuntut adanya pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif antar seluruh pemangku kepentingan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/4).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan kembali besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.
“Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan, baik korban jiwa, pengungsian, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tercatat 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 10 ribu masyarakat harus mengungsi,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan kebijakan nasional, pemerintah daerah mendorong penerapan pendekatan klaster dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan oleh BNPB. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antar pemangku kepentingan, baik pada fase prabencana, tanggap darurat, maupun pascabencana.
Namun demikian, Arry Yuswandi mengakui implementasi pendekatan klaster di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya belum optimalnya fungsi klaster yang telah terbentuk, belum jelasnya pembagian peran, serta belum terbangunnya mekanisme koordinasi yang terpadu.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman bersama, membangun koordinasi lintas sektor yang lebih solid, serta menyusun rencana aksi yang benar-benar implementatif dan menjawab kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis pemerintah provinsi dalam mengorkestrasi sinergi antar pihak, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah penanggulangan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menyatakan, Pemprov Sumbar menyambut baik inisiatif kolaboratif yang dihadirkan dalam kegiatan ini, termasuk peran aktif Sumbar Pulih bersama Yayasan Plan International Indonesia. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pembangunan dinilai menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.












