AGAM, HARIANHALUAN.ID – Bencana tanah longsor melanda Nagari Sungai Landia, Kabupaten Agam, Selasa malam (5/5), sekitar pukul 23.00 WIB. Hujan deras berintensitas tinggi memicu runtuhnya material tanah dari perbukitan yang menimpa tiga rumah warga di kawasan dekat Mushalla Al Mubarak Simanciah, jalur jalan provinsi.
Akibatnya, tujuh warga menjadi korban. Tim gabungan dari BPBD Agam, TNI/Polri, dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi di tengah kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan enam korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan mengalami luka-luka. Sementara satu korban bernama Awal (50) ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
“Korban ditemukan pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.50 WIB setelah proses pencarian intensif,” ujar Rahmad.
Korban luka-luka yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit masing-masing yakni Dayat (33), Noya (35), Safira (1), Yoni (45), Zaki (18), dan Kuntum (14).
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan akses jalan utama Bukittinggi-Lubuk Basung via Sungai Landia lumpuh total. Dua titik longsor besar menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
“Kami membutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor karena akses menuju lokasi juga terhambat,” kata Rahmad.
BPBD mengimbau masyarakat yang hendak bepergian dari Bukittinggi menuju Lubuk Basung maupun sebaliknya agar menggunakan jalur alternatif via Panta sampai proses pembersihan selesai.
Warga yang tinggal di kawasan lereng perbukitan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. (*)












