PADANG, HALUAN – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit (PBD) bagi pekebun swadaya di Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan yang difasilitasi oleh LPP Agro Nusantara selaku lembaga pelaksana resmi ini dilaksanakan selama 6 hari, mulai tanggal 29 September hingga 4 Oktober 2026, bertempat di Rocky Plaza Hotel, Padang. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Kabupaten Pasaman Barat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ir. Afniwirman. Acara pembukaan diawali dengan persembahan Tari Piring Oyak Doncai sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, namun juga melaksanakan FieldTrip atau praktik lapangan di Perkebunan Kelapa Sawit Kebun Ophir PT Perkebunan Nusantara IV, untuk melihat langsung penerapan Good Agricultural Practices (GAP).
Pelatihan ini menjadi krusial mengingat produktivitas masih menjadi isu strategis dalam peran pekebun sawit swadaya. Saat ini, pekebun swadaya menguasai sekitar 40% dari total lahan sawit nasional yang tersebar di 26 provinsi penghasil sawit. Namun kontribusinya terhadap produksi Crude Palm Oil (CPO) nasional baru mencapai 30-35 persen, yang dinilai belum optimal.
“Produktivitas masih menjadi isu strategis dalam memperkuat peran pekebun sawit swadaya dalam peta bisnis kelapa sawit nasional. Karena itu, peningkatan keterampilan dan pemerataan pemahaman mengenai praktik budidaya yang baik menjadi tanggung jawab bersama seluruh pelaku industri sawit di Indonesia,” jelas Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi.
Salah satu peserta, Monalisa asal Pasaman Barat, menyambut baik pelatihan ini dan berharap ilmu budidaya yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil panen di kebunnya.
Melalui program PBD ini, BPDP, Kementan, dan LPP Agro Nusantara berkomitmen untuk terus mendorong pekebun swadaya agar lebih berdaya saing, profesional, dan berkelanjutan. (*)






