HEADLINE

Catatan Perjalanan ke Negeri Sakura Jepang (Bagian 2) : Tokyo, dari Desa Nelayan Jadi Megapolitan Dunia

×

Catatan Perjalanan ke Negeri Sakura Jepang (Bagian 2) : Tokyo, dari Desa Nelayan Jadi Megapolitan Dunia

Sebarkan artikel ini
Penulis saat berfoto di Stasiun Tokyo. IST

     Prefektur Tokyo mencakup wilayah seluas kurang lebih 2.194 kilometer persegi. Kawasan ini membentang dari pusat kota yang penuh gedung pencakar langit di bagian timur hingga ke daerah pegunungan di bagian barat yakni wilayah Okutama, serta mencakup kepulauan Ogasawara yang berjarak sekitar 1.000 km di Samudra Pasifik.

    Saat ini Tokyo jadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara. Infrastrukturnya sudah sangat berkembang, baik dari segi pusat perbelanjaan dan bisnis maupun kuliner, mode, teknologi, jasa, transportasi hingga rumah ibadah bagi umat Islam.

    Sejumlah objek kini jadi  primadona bagi pengunjung seperti  kawasan Shibuya & Shinjuku yang merupakan pusat kota dan jantung keramaian Tokyo.  Meskipun sangat modern, akses untuk kaum muslim cukup mudah ditemukan. Di  Tokyo ada Masjid Camii  yang berdiri dengan tahun 1938 bergaya Turki. Masjid ini wajib dikunjungi karena selain keindahan arsitekturnya, di lantai bawah terdapat supermarket halal yang menjual produk dari berbagai negara, termasuk bumbu-bumbu yang akrab dengan lidah Indonesia. Kemudian, ada 

​Shinjuku Gyoen National Garden yakni sebuah taman yang luas. Di sekitar taman ini terdapat beberapa restoran India dan Turki yang bersertifikat halal. Area ini cocok untuk bersantai di tengah hiruk-pikuk kota. Banyak lagi kawasan wisata yang menarik di Tokyo seperti

Baca Juga  Solok Selatan Terima Sertifikat WBTbI Gandang Sarunai

​kawasan Meguro, Gotanda, Nakamise-dori Street, dan Asakusa serta gedung-gedung pencakar langit tahan gempa, Tokyo Tower dan Skytree serta banyak lagi yang lain. Semua kemajuan itu telah membuat Tokyo jadi destinasi wisata yang didambakan wisatawan di seluruh dunia. (Bersambung)