PERISTIWA

Dapur Pembuat Lontong dan Sate di Pelangai Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 Juta

×

Dapur Pembuat Lontong dan Sate di Pelangai Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 Juta

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Suasana pagi di Kampung Tarok Randah, Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, mendadak gempar setelah kobaran api melalap sebuah dapur tempat memasak lontong dan sate, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 05.50 WIB.

Kebakaran yang terjadi di bagian belakang rumah milik Ermi Delmi (50), seorang ibu rumah tangga, sempat membuat warga sekitar panik. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di area dapur tersebut.

Laporan pertama diterima petugas Damkar pada pukul 05.42 WIB dari staf Wali Nagari Koto VIII Pelangai. Mendapat informasi tersebut, Regu C Pos Damkar Sektor Balai Selasa langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan satu unit armada pompa berkapasitas 5.000 liter.

Baca Juga  Tak Kuat Nanjak, Satu Unit Truk Masuk Jurang di Pendakian Kodok

Dengan jarak tempuh sekitar 6 kilometer, petugas berhasil tiba di lokasi dalam waktu tujuh menit. Proses pemadaman berlangsung intensif, disertai pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa. Upaya penanganan juga dibantu oleh pihak kepolisian dan masyarakat setempat.

Beruntung, api tidak sempat merambat ke bangunan utama. Satu unit rumah permanen dengan nilai sekitar Rp500 juta berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp2 juta. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Baca Juga  Tim Divisi Pas Kanwil Sumbar Geruduk Rutan Kelas II B Padang

Pelaksana Harian (Plh) Kasat Pol PP dan Damkar Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, mengapresiasi respon cepat petugas di lapangan serta peran aktif masyarakat dalam membantu proses pemadaman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat menggunakan peralatan memasak berbahan bakar api. Pastikan kondisi dapur aman sebelum ditinggalkan, guna mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa koordinasi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kebakaran. Saat ini, kata dia, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali, sesuai dengan prosedur penanganan kebakaran yang berlaku. (*)