Namun demikian, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pengembangan gambir tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama di wilayah dengan kontur lahan yang rawan bencana. “Kami tidak mendorong perluasan jika tidak jelas lokasinya. Apalagi di daerah lereng atau rawan longsor, ini harus sangat hati-hati,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini sedang membahas rencana hilirisasi tanaman gambir asal Sumatera Barat (Sumbar) agar memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada petani dan daerah.
“Sekarang kami akan diskusikan (gambir). Untuk sementara kami telah mapping dengan BUMN,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat meninjau progres pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/4).
Hal tersebut disampaikan Amran terkait rencana Kementan bersama salah satu BUMN melakukan hilirisasi tanaman gambir dengan membangun pabrik pengolahan di Ranah Minang.
Diketahui, dalam kunjungannya ke Sumbar Amran beberapa kali menyoroti potensi besar tanaman bernama latin uncaria rhynchophylla tersebut. Apalagi, hampir sekitar 80 persen pasokan gambir dunia berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir di Sumbar, Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) tersebut membenarkan. Namun, ia tidak merinci dimana lokasi pabrik pengolahan akan dibangun.
Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan pemerintah segera membangun pabrik pengolahan gambir di provinsi setempat dalam rangka hilirisasi setelah mendapatkan informasi dari Mentan.
Gubernur menerangkan, pabrik pengolahan gambir tersebut akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional. Selama ini, ia menambahkan, Sumbar secara rutin mengekspor gambir ke Asia Selatan terutama ke India dan Pakistan. Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton. (*)












