HEADLINE

Dua Pabrik Pengolahan Segera Dibangun untuk Pacu Hilirisasi Gambir Sumbar

×

Dua Pabrik Pengolahan Segera Dibangun untuk Pacu Hilirisasi Gambir Sumbar

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pekerja menjemur gambir di gudang PT Radjular Brother di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, beberapa waktu yang lalu. Guna memacu upaya hilirisasi gambir di Sumbar, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan dua pabrik pengolahan gambir, masing-masing di Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan. DOK. HALUAN

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Upaya mendorong hilirisasi komoditas gambir di Sumatera Barat (Sumbar) mulai memasuki tahap konkret. Pemerintah pusat bersama BUMN dan perguruan tinggi saat ini tengah menyiapkan pembangunan dua pabrik pengolahan sebagai langkah strategis meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman mengungkapkan bahwa dorongan hilirisasi gambir kembali menguat sejak kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) pada September 2025 lalu. Saat itu, pemerintah pusat menilai gambir memiliki potensi ekonomi tinggi jika tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.          

“Gambir ini punya nilai ekonomi besar jika dihilirisasi. Oleh karena itu, direncanakan pembangunan pabrik pengolahan agar nilai tambahnya bisa dinikmati langsung oleh daerah,” ujarnya kepada Haluan, Kamis (16/4).

Saat ini, proses perencanaan hilirisasi tersebut berada di tangan PT Perkebunan Nusantara IV yang menggandeng Universitas Andalas (Unand) untuk melakukan kajian teknis dan perencanaan pembangunan. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat realisasi hilirisasi yang selama ini menjadi wacana panjang di Sumbar. “PTPN IV bersama Unand sedang menyusun kajian teknisnya. Kami berharap dalam waktu tidak terlalu lama sudah bisa masuk tahap pembangunan,” katanya.

Baca Juga  Mengemas Desa Wisata dengan Corak Religi

Dalam konsep awal, pemerintah menyiapkan dua lokasi pembangunan pabrik pengolahan gambir, masing-masing di Kabupaten Pesisir Selatan dan Limapuluh Kota. Kedua daerah tersebut dipilih karena merupakan sentra utama produksi gambir di Sumbar. “Memang dua wilayah ini yang paling dominan produksinya. Rencananya akan dibangun masing-masing satu pabrik di sana,” katanya.

Meski demikian, pembangunan tidak akan dilakukan sekaligus. Pemerintah memilih skema bertahap dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis, kesiapan lahan, serta efisiensi investasi.

Saat ini, Kabupaten Limapuluh Kota disebut sudah lebih siap karena telah menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik. Namun, keputusan lokasi prioritas tetap menunggu hasil kajian dari tim akademisi. “Nanti dilihat mana yang lebih siap dan paling efisien. Kajian dari Unand akan jadi dasar penentuan,” ujarnya.

Baca Juga  Tiga Kafilah Payakumbuh Perkuat Sumbar di MTQ Nasional, Wirman Beri Motivasi

Ia menyebut, selama ini gambir Sumbar dikenal memiliki kualitas terbaik di pasar global. Namun ironisnya, sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Melalui hilirisasi, pemerintah berharap rantai nilai komoditas ini dapat diperkuat, sehingga petani tidak lagi bergantung pada fluktuasi harga pasar bahan mentah.

Afniwirman mengakui, harga gambir saat ini memang cenderung fluktuatif. Namun hal tersebut dinilai sebagai dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor ketersediaan dan permintaan global. “Kalau kita hanya jual bahan mentah, kita akan terus tergantung pada harga pasar. Dengan hilirisasi, nilai tambah bisa meningkat dan lebih stabil,” katanya.

Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produktivitas petani melalui bantuan alat pengolahan, seperti mesin pres, guna menekan biaya produksi. “Kalau produksi meningkat dan biaya bisa ditekan, maka saat harga turun pun, pendapatan petani tidak terlalu terdampak,” katanya.