Pada kesempatan itu, Fraksi Golkar Bintang Pembangunan turut menyoroti rencana pengadaan kendaraan listrik di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Fraksi pada prinsipnya mendukung inovasi dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, namun meminta pemerintah menyusun perencanaan dan kajian yang komprehensif sebelum merealisasikan program tersebut.
Menurut fraksi, pemerintah perlu mempertimbangkan skala prioritas kebutuhan masyarakat yang masih mendesak, seperti peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan UMKM, serta kesejahteraan guru PPPK paruh waktu.
“Setiap kebijakan yang menggunakan anggaran daerah harus didasarkan pada perencanaan yang matang, kebutuhan yang jelas, dan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah,” tegas Boy Sandi.
Fraksi Golkar Bintang Pembangunan juga mempertanyakan tidak lagi dialokasikannya insentif bagi guru mengaji, garin masjid, dan guru PAUD melalui APBD. Menurut fraksi, keberadaan mereka memiliki peran penting dalam pembinaan karakter, pendidikan agama, serta pembentukan akhlak generasi muda.
Selain itu, fraksi meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha jasa konstruksi lokal agar memperoleh kesempatan yang proporsional dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Kota Payakumbuh.
Dalam rapat tersebut, Fraksi Golkar Bintang Pembangunan juga menyampaikan dukungannya terhadap Ranperda tentang Mars Payakumbuh. Menurut fraksi, keberadaan Mars Payakumbuh dapat menjadi sarana memperkuat identitas daerah, menumbuhkan rasa memiliki, serta membangun semangat kebersamaan masyarakat.
Meski mendukung, fraksi menekankan agar penyusunan mars melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, budayawan, akademisi, dan elemen masyarakat lainnya sehingga benar-benar mencerminkan karakter serta nilai-nilai budaya Kota Payakumbuh. (*)












