EkBis

Inovasi SEPABLOCK Berjaya di Ajang IQPC 2026 Bangkok

×

Inovasi SEPABLOCK Berjaya di Ajang IQPC 2026 Bangkok

Sebarkan artikel ini
Tim inovasi SEPABLOCK PT Semen Padang berjaya di Bangkok. IST

Inovasi produk turunan SEPABLOCK ini dipastikan menjadi nilai tambah bagi PT Semen Padang. Apalagi, produk ini sudah diaplikasikan di berbagai wilayah, tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga sudah diaplikasikan di Ibu Kota Negara (IKN) di Pulau Kalimantan.

SEPABLOCK dikembangkan sebagai salah satu alternatif material konstruksi yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan penggunaan bata merah konvensional.

Dari sisi bentuk, SEPABLOCK memiliki tingkat presisi yang mendukung proses pemasangan lebih cepat. Sistem interlock membuat setiap bata dapat saling mengunci sehingga pekerjaan konstruksi menjadi lebih praktis dan efisien.

Baca Juga  Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Ring Satu Perusahaan, PT Semen Padang Salurkan Bantuan untuk Masjid Raya Limau Manis

SEPABLOCK berbeda dengan bata merah. SEPABLOCK memiliki bentuk yang presisi, pemasangan lebih cepat, hasilnya estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen.

Efisiensi tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan SEPABLOCK di tengah kebutuhan pembangunan yang semakin menuntut kecepatan pengerjaan, efisiensi penggunaan material, sekaligus pengendalian biaya.

Efisiensi inilah yang membuat SEPABLOCK menjadi pilihan tepat di tengah tuntutan pembangunan yang serba cepat dan hemat biaya.

Salah satu keunggulan SEPABLOCK terlihat dari efisiensi waktu pembangunan. Untuk pembangunan rumah tipe 36, konstruksi menggunakan SEPABLOCK dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu.

Baca Juga  Ribuan Orang Sambut Erick Thohir di Bandara Internasional Minangkabau

Dalam pembangunan rumah tipe tersebut, kebutuhan material diperkirakan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi berukuran 10 milimeter.

Selain mempercepat proses pembangunan, bentuk SEPABLOCK yang presisi juga memberikan nilai tambah dari sisi estetika. Susunan bata menghasilkan permukaan dinding yang lebih rapi sehingga dalam konsep bangunan tertentu, dinding dapat ditampilkan tanpa harus menggunakan lapisan plester.

Karakteristik tersebut memberikan fleksibilitas dalam desain sekaligus berpotensi mengurangi tahapan pekerjaan konstruksi.