JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), sukses mengintegrasikan rangkaian inisiatif keberlanjutan dalam ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC 2026) pada 24–28 Agustus 2026 di Nusa Dua, Bali.
Melalui pilar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang dirancang di bawah semangat “Better Together”, Telin mengajak seluruh delegasi dan mitra industri untuk menekan jejak ekologis sekaligus memperluas dampak positif bagi masyarakat.
Chief Executive Officer Telin, Abdul Rahman Ansyori, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cara perusahaan membangun ekosistem digital global.
Menurutnya, sebuah forum bisnis harus mampu menghasilkan dampak nyata yang melampaui kepentingan profit hari ini demi memberi manfaat jangka panjang bagi alam dan masyarakat di masa depan.
Inisiatif hijau ini diwujudkan Telin lewat tiga pilar aksi strategis:
Pilar pertama berfokus pada minimalisasi dampak lingkungan dari operasional dan mobilitas peserta melalui tiga program utama, yaitu Green Travel, Green Stay, dan Waste Management.
Melalui Green Travel, Telin menyediakan transportasi bersama (shared transportation) guna mengurangi pemakaian kendaraan individu. Sementara Green Stay diwujudkan lewat kolaborasi dengan jaringan hotel yang telah mengantongi sertifikasi ramah lingkungan (sustainability certified).
Pada sektor pengelolaan limbah (Waste Management), Telin menerapkan sistem terpadu yang berhasil mengumpulkan 2,3 ton sampah selama acara. Hebatnya, 79% sampah berhasil didaur ulang dan dikomposkan sehingga tidak berakhir di TPA, sekaligus sukses mereduksi emisi karbon sebesar 1.643 kilogram CO₂e.
Pada pilar kedua, Telin menempatkan pemberdayaan manusia dan komunitas sebagai motor penggerak keberlanjutan sosial.
Program ini diisi oleh sesi diskusi khusus perempuan bertajuk EmpowHER: “Connected by Design: Women Shaping the Digital Ecosystem” untuk mendorong inklusivitas, inovasi, serta kepemimpinan perempuan di industri digital global.
Selain itu, BATIC 2026 juga menggelar aksi olahraga sosial Charity Fun Run yang diikuti para delegasi.
Kegiatan ini berhasil menggalang dana sebesar USD 10.000 yang disalurkan melalui Koperasi Wasita Dharma Buana untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komitmen sosial ini diperkuat dengan pelibatan pelaku usaha mikro dan komunitas lokal untuk menampilkan kearifan budaya Indonesia di panggung dunia.
Sebagai bentuk tanggung jawab iklim terhadap emisi perjalanan udara para delegasi dari berbagai belahan dunia, Telin menginisiasi program Miles to Mangrove.
Riwayat penerbangan para peserta dikonversi langsung menjadi aksi nyata penanaman pohon di sepanjang garis pantai Indonesia.
Melalui program kolektif ini, Telin mencatat komitmen penanaman sebanyak 11.723 pohon mangrove guna mendukung restorasi ekosistem pesisir nasional. (h/dj)












