DHARMASRAYA

Jalinsum Gunung Medan dalam Pengerjaan, Pengendara Diminta Waspada

×

Jalinsum Gunung Medan dalam Pengerjaan, Pengendara Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID – Pengendara yang melintas di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Gunung Medan harus ekstra hati-hati. Pasalnya, dalam pengerjaan proyek tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat jalan menyempit.

Pantauan Harianhaluan.id di lapangan, pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional di bawah Balai Pengawasan Jalan Nasional (BPJN) tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat dari badan jalan yang menyempit dari galian bahu jalan yang akan diperlebar.

Seorang pengendara sepeda motor bernama Syarifuddin (60) mengaku kepada Harianhaluan.id, ia dari arah Rumah Makan Umega menuju Sitiung atau pulang ke rumah, tidak jauh dari rumah makan terbesar di Dharmasraya itu, ada kendaraan dari arah berlawanan mendahului kendaraan yang satu arah, karena sudah dekat, sementara kalau mengelak masuk ke dalam lobang galian proyek tersebut, karena tidak ada jalan lain, akhirnya ia terjatuh masuk ke dalam lobang galian proyek dan kakinya terkilir dan lecet.

Baca Juga  Aspirasi Petani, Alex Indra Lukman Prioritaskan Pembangunan Irigasi

Untung saja kata mantan Wali Nagari Sitiung itu ada pengendara lain yang melihat menolong membawa berobat ke klinik terdekat.

Dilain tempat dengan lokasi proyek yang sama, mobil truk bersenggolan dan nyaris terbalik karena kedua mobil itu tidak bisa mengelak akibat kedua sisi bahu jalan ada galian.

Lain lagi dengan Angga, pengendara mini bus ditabrak mobil box karena jalanan macet karena ada galian proyek yang timbal balik. Diperkirakan Angga mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

Baca Juga  BNNK Sawahlunto Beri Pencerahan Bahaya Narkoba kepada Pelajar

Ia berharap pengerjaan proyek tersebut harus ada perhitungan dan profesional, pasalnya ia melihat belum tuntas bahu sebelah kiri, yang sebelah kanan sudah digali, padahal jalan tersebut merupakan jalan nasional dengan tingkat kendaraan yang melintas cukup tinggi.

Menurutnya lagi, rekanan yang berkerja sangat lamban, karena setelah penimbunan dan pengerasan, untuk dilakukan pengaspalan jalan sangat lama sekali.

“Agar tidak jatuh korban berikutnya, agar rekanan bekerja lebih cepat diluar alasan teknis,” pungkas Angga. (*)