DHARMASRAYA,HARIANHALUAN.ID — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Dharmasraya menjadi perhatian masyarakat. Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat dan masih terpantau adanya titik panas, masyarakat diingatkan untuk tidak mengabaikan kesehatan.
Ketua Pemuda PERTI Dharmasraya, Al-Ustadz Rahmat Hidayat, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan bersama, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
“Dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang harus keluar, gunakan masker sebagai perlindungan,” ujar Ustadz Rahmat.
Ia mengatakan, kabut asap bukan hanya mengganggu jarak pandang dan kenyamanan beraktivitas, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan apabila paparan terjadi secara terus-menerus.
Karena itu, Rahmat meminta masyarakat tidak menganggap kondisi asap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan sampai kondisi udara kembali membaik.
“Jangan sampai karena sudah terbiasa dengan asap, kita kemudian mengabaikan dampaknya terhadap kesehatan. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Kondisi Dharmasraya sendiri menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam persoalan kabut asap di Sumatera Barat. Berdasarkan pemantauan sepanjang bulan September 2026, Dharmasraya menjadi salah satu daerah yang terpantau memiliki sebaran Hotspot Karhutla di beberapa titik
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker. Bahkan, Pemkab telah membagikan ribuan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap.












