PASAMAN

Kejurda FORKI Sumbar 2026 Digelar di Pasaman, Targetkan 1.000 Kohai dan Jadi Ajang Pra Porprov

×

Kejurda FORKI Sumbar 2026 Digelar di Pasaman, Targetkan 1.000 Kohai dan Jadi Ajang Pra Porprov

Sebarkan artikel ini

LUBUK SIKAPING, HARIANHALUAN.ID- Kabupaten Pasaman kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Barat Tahun 2026. Kejuaraan bergengsi yang memperebutkan Piala Ketua Umum FORKI Sumbar tersebut akan berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping.

Ajang yang masuk dalam kalender resmi FORKI Sumbar itu diperkirakan akan diikuti lebih dari 1.000 karateka atau kohai dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Selain menjadi arena perebutan prestasi dan wadah pembinaan atlet, Kejurda FORKI Sumbar 2026 juga akan menjadi ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Melalui kejuaraan tersebut, para atlet diharapkan dapat mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih ketat pada Porprov Sumbar. Kejurda ini juga menjadi momentum bagi setiap daerah untuk memetakan kekuatan atlet karate yang akan diturunkan pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Ketua Pelaksana Kejurda FORKI Sumbar 2026, AKP Tirto Edhi P, SH, MM, mengatakan persiapan pelaksanaan kejuaraan terus dimatangkan bersama panitia dan Pengurus Cabang FORKI Pasaman agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses.

Menurut Tirto, dipilihnya Kabupaten Pasaman sebagai tuan rumah tidak terlepas dari kesiapan sarana olahraga serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat terhadap perkembangan olahraga karate.

“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang datang. Kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarperguruan dan antar-atlet karate se-Sumatera Barat,” ujar Tirto Edhi, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, panitia saat ini tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis pertandingan, mulai dari arena pertandingan, perangkat wasit dan juri, akomodasi peserta, hingga sistem pelaksanaan kejuaraan sesuai standar FORKI.

“Kami ingin menghadirkan kejuaraan yang profesional, tertib, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas. Harapannya, seluruh atlet dapat bertanding dengan nyaman dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Apalagi, kejuaraan ini menjadi bagian penting dari persiapan atlet menuju Porprov Sumbar 2026,” tambahnya.

Pada Kejurda FORKI Sumbar 2026 nanti, panitia akan mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga senior. Untuk kategori Usia Dini (8–9 tahun), akan dipertandingkan nomor kata perorangan serta kumite putra dan putri kelas -25 kilogram dan +25 kilogram.

Baca Juga  Peduli Keselamatan Warga, Bupati Pasaman Tinjau Kondisi Batang Air Panapa

Kategori Pra Pemula (10–11 tahun) mempertandingkan kata perorangan dan kumite putra kelas -35 kilogram dan +35 kilogram, sedangkan putri kelas -30 kilogram dan +30 kilogram. Pada kategori Pemula (12–13 tahun), dipertandingkan kata perorangan serta kumite putra kelas -35 kilogram, -40 kilogram, dan +40 kilogram, sementara putri kelas -35 kilogram dan +35 kilogram.

Untuk kategori Kadet (14–15 tahun), dipertandingkan kata perorangan dan kumite putra kelas -52 kilogram, -57 kilogram, -63 kilogram, -70 kilogram, dan +70 kilogram. Sedangkan putri mempertandingkan kelas -47 kilogram, -54 kilogram, -61 kilogram, dan +61 kilogram.

Sementara itu, pada kategori Junior (16–17 tahun), nomor kumite putra terdiri atas kelas -55 kilogram, -61 kilogram, -68 kilogram, -76 kilogram, dan +76 kilogram. Untuk putri dipertandingkan kelas -48 kilogram, -53 kilogram, -59 kilogram, -66 kilogram, dan +66 kilogram.

Adapun kategori Senior (18–24 tahun) mempertandingkan kata perorangan dan kumite putra kelas -55 kilogram, -60 kilogram, -67 kilogram, -75 kilogram, -84 kilogram, dan +84 kilogram. Sedangkan putri mempertandingkan kelas -50 kilogram, -55 kilogram, -61 kilogram, -68 kilogram, dan +68 kilogram.

Selain nomor perorangan, panitia juga membuka pertandingan kata beregu yang digabungkan untuk kelompok Pemula–Kadet dan Junior–Senior, baik putra maupun putri. Banyaknya nomor pertandingan yang diperlombakan diperkirakan akan semakin meningkatkan antusiasme peserta dari seluruh daerah di Sumatera Barat.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Pengurus Provinsi FORKI Sumatera Barat, Andi Kurniawan, menyatakan Kejurda FORKI Sumbar merupakan momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan karate yang telah dilakukan oleh masing-masing pengurus cabang.

Menurutnya, kejuaraan tingkat provinsi menjadi sarana evaluasi sekaligus kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan potensi dan kemampuan mereka di hadapan pelatih serta pengurus FORKI Sumbar.

“Kami berharap seluruh pengcab mengirimkan atlet terbaiknya. Kejurda ini menjadi ajang evaluasi hasil pembinaan sekaligus wadah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya dapat membawa nama Sumatera Barat ke tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi momentum penting sebagai ajang Pra Porprov sebelum pelaksanaan Porprov Sumbar pada Oktober 2026,” kata Andi.

Baca Juga  Tiga Siswa SDN 05 Pauh Borong Medali di Paliko Cup 2026

Sekretaris Umum FORKI Sumatera Barat, Nanda Edya Putra, mengungkapkan bahwa Kejurda tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu kejuaraan karate terbesar yang pernah digelar di Sumatera Barat.

Ia menyebut antusiasme pengurus cabang dan perguruan karate sangat tinggi sehingga FORKI Sumbar menargetkan kehadiran sekitar 1.000 kohai dari berbagai daerah dalam ajang tersebut.

“Kami memperkirakan lebih dari 1.000 kohai akan hadir dan meramaikan Kejurda FORKI Sumbar 2026 di Pasaman. Antusiasme dari pengcab-pengcab sangat luar biasa. Ini menunjukkan pembinaan karate di Sumatera Barat terus berkembang dan mendapat dukungan yang kuat dari seluruh daerah,” ujar Nanda.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi indikator bahwa olahraga karate masih menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati generasi muda. Selain mengejar prestasi, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi para karateka.

Ketua Umum FORKI Sumatera Barat periode 2025–2029, Khairuddin Simanjuntak, menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini dan peningkatan kualitas kompetisi menjadi fokus utama kepengurusan FORKI Sumbar saat ini.

Ia menilai Kejurda yang digelar di Pasaman merupakan bagian dari komitmen FORKI Sumbar untuk membangun prestasi karate secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2026.

“Hasil Kejurda ini akan menjadi salah satu tolok ukur kesiapan atlet karate dari berbagai daerah menjelang Porprov Sumbar 2026. Karena Kejurda ini berstatus sebagai Pra Porprov, tentu seluruh atlet akan berusaha menampilkan performa terbaiknya. Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerahnya pada Porprov Sumbar 2026,” tegas Khairuddin.

Ia juga mengajak seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus untuk menjadikan Kejurda FORKI Sumbar 2026 sebagai ajang pembuktian prestasi sekaligus memperkuat persatuan dan sportivitas di lingkungan karate Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan Kejurda FORKI Sumbar 2026 di Pasaman, FORKI berharap dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu menjadi andalan Sumatera Barat pada berbagai kejuaraan nasional. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarperguruan karate serta mendorong kemajuan olahraga karate di Ranah Minang menjelang Porprov Sumbar 2026. (*)