Sebaliknya, pemuda diharapkan mampu menjadi teladan melalui perilaku santun dengan mengamalkan nilai Kato Nan Ampek dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemuda yang berkualitas adalah mereka yang mampu menghormati orang tua, menghargai sesama, serta menjaga sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Wirman menegaskan DPRD Kota Payakumbuh berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian adat dan budaya.
Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan daerah mempertahankan identitas budaya serta nilai-nilai religius masyarakat.
Ia pun mengajak niniak mamak, tokoh adat, alim ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus membimbing anak kemenakan agar tetap berpegang teguh pada adat di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
“Mari kita jaga bersama warisan budaya ini. Dengan adat yang tetap hidup, kita tidak hanya membangun Payakumbuh yang maju, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak,” ucapnya. (*)












