PADANG, harianhaluan.id – Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) memberikan sosialisasi bertema “Etika Bermedia Sosial Berbasis Nilai Akhlakul Karimah sebagai Upaya Pencegahan Ujaran Kebencian” kepada murid kelas 8.1 MTsN 5 Padang, Jum’at (22/5/26). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran murid tentang pentingnya etika digital, penggunaan media sosial secara bijak, serta pencegahan ujaran kebencian dan cyberbullying di lingkungan pelajar.
Mahasiswa yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, Muhammad Thariq Al Farabi, Zahrathul Aini, Sisi Artinia, Mutia Farina, Fauzan Tanjung, Novia Putri Nayla, Elza Regina Rizqullah, Reva Hennilia Putri, Zahra Amanda, Muhammad Hanif, dan Nayla Putri Ramadhani.
Dalam pemaparannya, mahasiswa Unand menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan murid, baik sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, maupun pengembangan kreativitas. Namun, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu berbagai dampak negatif seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga ujaran kebencian.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian media sosial, etika bermedia sosial, nilai-nilai akhlakul karimah, bentuk dan dampak ujaran kebencian, hingga tips menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman. Murid juga diajak memahami pentingnya sikap jujur, sopan santun, toleransi, serta tabayyun sebelum membagikan informasi di media sosial.
Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum Riza Puspita Sari menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukatif yang diberikan mahasiswa Universitas Andalas kepada murid MTsN 5 Padang.
“Materi ini sangat relevan dengan kehidupan murid saat ini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan murid mampu menggunakan media sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Riza.
Waka Bidang Humas Rahmatullah mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi positif antara madrasah dan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi karakter kepada murid di era digital.
“Kerja sama seperti ini diharapkan terus berlanjut sehingga murid mendapatkan wawasan yang lebih luas, terutama dalam membangun karakter dan etika digital yang baik di tengah perkembangan teknologi informasi,” ujar Rahmatullah. (humas).






