DHARMASRAYA, harianhaluan. id – Siswa serta guru dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Dharmasraya antusias mengikuti kegiatan pencoblosan pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intramadrasah (OSIM) periode 2026/2027, Jumat 28 Agustus 2026.
Kegiatan dilaksanakan di lapangan upacara dan menjadi salah satu cara madrasah untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dari madrasah. Dengan sistem satu siswa satu suara, para siswa diberi kebebasan untuk memilih calon yang dianggap paling tepat memimpin OSIM begitu pula untuk guru dan tenaga kependidikan.
Muhammad Ikhwan dan Dina Hayati sebagai pasangan calon (Paslon) urutan pertama dengan visi dan misi sebagai berikut:
Visi:
Mewujudkan OSIM yang kreatif, aktif, dan berakhlak mulia, serta menjadikan OSIM sebagai wadah aspiratif yang solutif dalam meningkatkan potensi siswa di lingkungan madrasah.
Misi:
1. Memberikan ruang dan peluang kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minat siswa;
2. Menjadikan MAN Dharmasraya sebagai lingkungan yang nyaman dan asri bagi seluruh masyarakat madrasah;
3. Menjadikan MAN Dharmasraya sebagai lingkungan yang aman dan anti-perundungan dan
4. Menjadikan OSIM sebagai wadah pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Sementara, Adul Hakam berpasangan dengan Fariz Abdillah sebagai paslon nomor urutan kedua. Ada pun visi dan misinya adalah sebagai berikut:
Visi:
Membangun murid madrasah yang
unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, mandiri, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan madrasah
Misi:
1. Menciptakan gerakan anti-bullying di lingkungan madrasah;
2. Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan asri;
3. Meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga fasilitas madrasah dan
4. Menanamkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
Kepala MAN Dharmasraya, Nasril Yunus menyampaikan bahwa pencoblosan OSIM bukan hanya sekadar memilih ketua dan wakil ketua, tetapi juga sebagai pembelajaran langsung tentang demokrasi, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan pendapat.
“Melalui OSIM, kami berharap lahir pemimpin yang amanah dan mampu membawa perubahan positif di madrasah kita”, ujar Nasril Yunus.
Proses pencoblosan berlangsung tertib, mulai dari pendaftaran, pencoblosan di bilik suara, hingga penghitungan suara. Antusiasme siswa serta guru dan tenaga kependidikan menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pencoblos yang memahami dan mengamalkan nilai demokrasi.
Linda Nopriarni, Pembina OSIM turut berpartisipasi dalam menyukseskan pesta demokrasi ini, dimulai dari pembentukan panitia, perekrutan paslon, penyampaian visi dan misi, adu debat, pencoblosan suara dan penghitungan suara. (humas).






