PADANG, harianhaluan. id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Padang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/26).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ikhwanussafa MAN 2 Kota Padang tersebut menghadirkan Prnceramah Asrul Malin Batuah.
Kepala MAN 2 Kota Padang, Ahmad Asdi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diselenggarakan sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wujud nyata penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk ditanamkan kepada peserta didik. Melalui kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, madrasah berupaya membangun karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, sesama manusia dan lingkungan.
Penceramah Asrul Malin Batuah menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi untuk membawa risalah dari Allah SWT. Kehadiran Rasulullah SAW menjadi rahmat dan petunjuk bagi umat manusia agar senantiasa berada di jalan yang diridai Allah SWT.
Ia juga menjelaskan sejumlah keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah penyebutan mengenai kedatangan beliau yang telah terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, seperti Taurat dan Injil, sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.

Selain itu, disampaikan pula berbagai peristiwa yang berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari tanda-tanda kemuliaan beliau.
Asrul turut mengajak para siswa untuk memahami makna “Ihdinash shirathal mustaqim” yang berarti “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”
Disampaiaknnya bahwa manusia telah diberikan potensi dan petunjuk untuk mengenal jalan kebenaran sejak lahir. Karena itu, alasan belum beribadah semata-mata karena belum mendapatkan hidayah tidak seharusnya dijadikan pembenaran untuk meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT. Setiap manusia perlu berusaha mencari, menerima, dan menjaga hidayah yang telah diberikan Allah SWT.
Asrul mengingatkan pentingnya menggunakan akal dalam memahami dan menjalankan ajaran agama.
“Agama itu adalah akal, tidak ada agama bagi yang tidak berakal,” katanya. (humas).






