TANAH DATAR, MTsN 10 Tanah Datar menggelar praktik pengukuran arah kiblat menggunakan metode Rashdul Kiblat sebagai bagian dari pembelajaran ilmu falak dan penguatan pemahaman ibadah bagi warga madrasah. Kegiatan Dodi Hendra dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungayang, Kamis (116/7/26).
Kegiatan di halaman MTsN 10 Tanah Datar tersebut diikuti tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.
Dodi Hendra menjelaskan bahwa metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu cara akurat dalam menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah kiblat secara presisi apabila pengamatan dilakukan pada waktu yang tepat.
Dalam praktiknya, peserta diajak menegakkan tongkat sebagai penunjuk bayangan, kemudian mengamati dan menandai arah bayangan matahari sesuai waktu Rashdul Kiblat. Selanjutnya, dilakukan penarikan garis sebagai acuan arah kiblat yang benar. Melalui praktik langsung ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu falak untuk kepentingan ibadah.
Dodi Hendra menyampaikan bahwa pengukuran arah kiblat secara berkala sangat penting untuk memastikan ketepatan orientasi tempat shalat, baik di masjid, mushala, maupun ruang ibadah lainnya. Selain itu, metode Rashdul Kiblat juga menjadi sarana edukasi yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan ilmu pengetahuan dan astronomi Islam.
Kepala MTsN 10 Tanah Datar H. Ikhwindri menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan literasi keagamaan dan sains di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya ketelitian dalam menjalankan syariat Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kajian ilmu falak. (humas).






