AGAM

Pemkab Agam Kembali Antarkan Warga  Alami Gangguan  Jiwa ke Sentra Dharma Guna Bengkulu

×

Pemkab Agam Kembali Antarkan Warga  Alami Gangguan  Jiwa ke Sentra Dharma Guna Bengkulu

Sebarkan artikel ini

AGAM, harianhaluan. id – Kepala Dinas Sosial Villa Erdi, S.Sos, MSi mengatakan bahwa Pemerintah (Pemkab) Kabupaten melalui dinas sosial mengirim kembali dua orang warga Agam yang mengalami gangguan jiwa. Setelah melalui proses dikirim ke Sentra Dharma Guna Bengkulu di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia lewat darat,  Senin (14/9/26).

Warga Agam yang dikirim bernama Aynum yang ikut didampingi pamannya Anasrida yang berasal dari  kecamatan Baso. Sedangkan satu lagi  Fakhrul Rezi didampingi pamannya Sauri St Basa

Di balik keterbatasan yang mereka hadapi, tersimpan harapan besar untuk hidup lebih mandiri dan produktif. Harapan itulah yang kini mulai menemukan jalannya setelah Pemkab Agam memfasilitasi keberangkatan dua warganya dari Kecamatan Baso dan Kecamatan Tanjung Raya untuk mengikuti program rehabilitasi sosial di Sentra “Dharma Guna” Bengkulu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menjelaskan bahwa keberangkatan keduanya merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Dinas Sosial sebelumnya telah mengusulkan sejumlah nama calon penerima layanan rehabilitasi sosial ke Sentra Dharma Guna Bengkulu. Namun, karena keterbatasan kuota penerima manfaat, proses tersebut harus melalui masa antrean.

“Seluruh calon penerima telah melalui proses asesmen oleh tim pekerja sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam. Setelah persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, nama mereka didaftarkan melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Kami kemudian menunggu surat pemanggilan dari pihak sentra,” ujar Villa Erdi, Rabu (16/9/26).

Baca Juga  Workshop Budaya Kerja di SMKN 2 Lubuk Basung: Manager UP3 PLN Bukittinggi Paparkan Pentingnya Budaya K3 Diterapkan Sejak Dini

Ia menambahkan, pemanggilan terhadap Aynum dan Fakhrul Rezi   akhirnya diterbitkan melalui surat Sentra Dharma Guna Bengkulu sehingga keduanya dapat segera mengikuti program pembinaan dan rehabilitasi sosial

Lebih jauh, kisah kedua peserta itu menyimpan cerita perjuangan yang mengundang empati. Meski memiliki keterbatasan, semangat mereka untuk menempuh pendidikan tinggi tidak pernah surut.

Pada hari keberangkatan, Dinas Sosial Kabupaten Agam memberikan pendampingan kepada Aynum yang dibawa dari Baso dan Fakhrul Rezi  dijemput ke Rs Jiwa Padang didampingi keluarga masing-masing. Mereka diantar pekerja sosial (Peksos) dari Bidang Rehabilitasi Sosial  Erizal dan Erianto menuju Sentra Dharma Guna Bengkulu,sampai di Bengkulu kedua warga tersebut. 

Asesmen/seleksi Penerima Manfaat (PM) oleh tim Sentra Dharma Guna Bengkulu, Mimi Wijayanti, Pekerja Sosial Darwanti, Penyuluh Sosial, Tri Artharina, Penyuluh Sosial/Pendamping Asrama, Robin Hood, Pembina Mental/Penyuluh Sosial, Dwi Septi Aryani, Psikolog dan dr. Dwickey Nurfitriani. 

Selama enam bulan ke depan, keduanya akan mengikuti berbagai program bimbingan sosial, pelatihan keterampilan, serta pembinaan kemandirian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara mandiri setelah kembali ke daerah asal.

Baca Juga  Agam Matangkan Persiapan Peringatan Hari Pahlawan

Keberangkatan tersebut juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam yang turut membantu kelancaran proses perjalanan dan kebutuhan peserta selama mengikuti program.

Dukungan terhadap langkah cepat Dinas Sosial  Agam juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Agam, Ais Bakri, bersama anggota Komisi IV menyampaikan apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial masyarakat.

Menurut mereka, program rehabilitasi sosial seperti ini merupakan investasi kemanusiaan yang sangat penting karena tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa Pemkab akan terus berupaya menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan sosial,” tegasnya.

Dukungan juga diberikan Ketua Baznas Kabupaten Agam, Ir. Isman Imran, M.Si. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan sosial yang lebih baik. (rel).