Eka juga menjelaskan bahwa kondisi Jembatan Luhung berbeda dengan sejumlah jembatan lain di Pesisir Selatan yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, seperti Jembatan Pelangai Gadang di Kecamatan Ranah Pesisir, Jembatan Koto Pulai di Kecamatan Lengayang, Jembatan Gantung Inunang di Kecamatan Batang Kapas, Jembatan Ngalau Gadang di Kecamatan Bayang Utara, serta Jembatan Sungai Tanuak Barung-Barung Balantai di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Menurutnya, beberapa jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses utama masyarakat sehingga penanganannya lebih mendesak dibanding Jembatan Luhung yang masih memiliki jalur alternatif melalui jalan nasional.
“Seperti contoh misalnya Jembatan Pelangai Gadang, itu satu-satunya akses warga. Kalau memutar jaraknya sangat jauh. Jadi kondisinya berbeda dengan Jembatan Luhung yang masih punya jalur alternatif,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah segera menemukan solusi pendanaan agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan. Warga menilai keberadaan jembatan sangat penting untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar dan petani yang selama ini menggantungkan akses mobilitas melalui jalur tersebut. (*)












