HALUAN MADRASAH

Penguatan Riset, Madrasah Sumbar Gelar Pelatihan Mandiri

×

Penguatan Riset, Madrasah Sumbar Gelar Pelatihan Mandiri

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, harianhaluan.id –  Komitmen madrasah di Sumbar dalam mengembangkan budaya riset terus diperkuat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Pelatihan Mandiri Penggerak Riset Madrasah Sumbar, Senin–Selasa (15–16 Juni 2026), di Aie Angek Cottage, Padang Panjang.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Riset dalam Menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset dan Kompetisi Riset Nasional” ini diikuti guru pembimbing riset dari berbagai madrasah se-Sumbar. Pelatihan tersebut menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas guru dalam membina, mengarahkan, dan mengembangkan potensi riset peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Acara dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumbar diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad), Dr. H. Tan Gusli, S.Fil.i, MAP, MA yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun budaya riset sejak dini di lingkungan madrasah. 

Menurutnya, riset tidak hanya menjadi sarana melahirkan inovasi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang kritis, kreatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Baca Juga  OSPI, 40 Murid Binaan Guru MTsN 2 Pesisir Selatan Melaju ke Tingkat Nasional

“Madrasah harus mampu menjadi pusat lahirnya generasi peneliti muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap permasalahan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, peran guru pembimbing riset menjadi sangat penting dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan penguatan materi dari dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang riset dan inovasi. Narasumber pertama, Munasprianto Ramli, PhD dari Abak Academy, membagikan berbagai strategi dalam membangun budaya riset yang kuat di madrasah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembinaan riset tidak hanya ditentukan oleh kemampuan siswa, tetapi juga oleh ekosistem yang mendukung mulai dari guru, madrasah, hingga jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Anggoro Tri Mursito, M.Sc. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan wawasan mengenai tren riset terkini, penyusunan proposal penelitian yang berkualitas, serta strategi meningkatkan daya saing karya riset siswa pada berbagai ajang kompetisi nasional. Ia juga mendorong para guru untuk lebih aktif mengarahkan siswa melakukan penelitian yang berangkat dari permasalahan nyata di lingkungan sekitar sehingga hasil riset memiliki nilai manfaat yang tinggi.

Baca Juga  MTsN 3 Padang Dapat MBG Perdana

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, bedah proposal, hingga berbagi praktik baik pembinaan riset dari berbagai madrasah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama pelatihan berlangsung.

Melalui pelatihan ini, para guru pembimbing diharapkan mampu menyusun program pembinaan riset yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan di madrasah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat jejaring kolaborasi antar pembimbing riset madrasah di Sumbar dalam menghadapi berbagai kompetisi riset, termasuk OMI Bidang Riset dan kompetisi riset nasional lainnya. (humas).