NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 15 Agustus 2026

×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 15 Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Jumat hingga Sabtu, 14-15 Agustus 2026. Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Laporan pertama dari Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur. Sebelas hektare lahan terbakar pada Kamis (13/8). Lokasi terdampak ada di dua desa yaitu Desa Jenangan di Kecamatan Jenangan dan Desa Grogol Kecamatan Sawo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Ponorogo bersama personil gabungan melakukan pemadaman api di lokasi kejadian. Pada Jumat (14/8) api telah berhasil dipadamkan.

Masih di Jawa Timur, telah terjadi kebakaran lahan perkebunan jati milik Perhutani pada Petak GHI Gunung Geger Sumberejo pada Jumat (14/8) sekitar pukul 13.40 WIB. Desa terdampak yaitu Desa Sumberejo di Kecamatan Pagak. Kerugian materiil tercatat seluas 12 hektare lahan hangus dilalap si jago merah. BPBD Kabupaten Malang bersama tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Polsek Pagak, Koramil Pagak, dan Perhutani bekerja sama memadamkan api. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.

Baca Juga  Giliran Kantor Bupati Indragiri Hulu Digeledah KPK

Selanjutnya, karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pada Kamis (13/8) sekitar pukul 13.00 WITA terjadi kebakaran hutan dan lahan di Jalan Simpang Pasiran Gunung Malaria RT 13, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor. Berdasarkan keterangan warga, api diduga dari pembakaran pembukaan lahan untuk pembangunan rumah. Akibat peristiwa ini, seluas empat hektare lahan terbakar. Hingga Jumat (14/8) api masih dalam penanganan.

Selain kejadian kebakaran hutan dan lahan, pada musim kemarau ini dilaporkan kekeringan melanda Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah terdampak meliputi 17 desa di enam kecamatan yaitu Kecamatan Kulisusu, Kulisusu Barat, Bonegunu, Kulisusu Utara, Kambowa, dan Wakorumba Utara. Bencana ini berdampak pada 884 Kepala Keluarga atau 2.946 jiwa. Upaya penanganan darurat yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Buton Utara dengan mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak.

Baca Juga  Jadi Pembangkit EBT Skala Besar, PLTS Terapung Cirata Mampu Kurangi 214 Ribu Ton Emisi Karbon Per Tahun

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini. Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, gunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan gunakan kembali air bekas yang masih layak (misalnya air cucian sayur untuk menyiram tanaman).

Sementara itu, ditengah teriknya cuaca akibat fenomena EL Nino yang terjadi saat ini, masayarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka ladang dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuang putung sembarangan dan pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang.

BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG. (*)