HALUAN MADRASAH

Rika Maria Motivasi Implementasi KBC dan Mendidik dengan Bahagia di Workshop MTsN 3 Pasaman

×

Rika Maria Motivasi Implementasi KBC dan Mendidik dengan Bahagia di Workshop MTsN 3 Pasaman

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, harianhaluan.id – Membangun pendidikan yang tidak hanya cerdas secara otak, tetapi juga kaya akan kehangatan hati menjadi semangat utama yang dibawa dalam kegiatan Workshop Sinergitas Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTsN 3 Pasaman. Kegiatan berlangsung Selasa, 21 Juli 2026 di Hotel Emir, Lubuk Sikaping.

Kegiatan itu diikuti guru serta tenaga kependidikan MTsN 3 Pasaman. Kehadiran narasumber Kepala MAN 1 Tanah Datar Dr. Rika Maria, disambut dengan antusiasme. Ruangan dipenuhi semangat belajar dan keinginan kuat untuk memajukan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh hati.

Dalam pemaparannya, Rika Maria mengajak seluruh peserta untuk kembali memaknai hakikat mendidik sebagai bentuk pengabdian dan kasih sayang. Dia mengemukakan bahwa KBC bukan sekadar teori, melainkan cara pandang yang mengubah suasana kelas menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan. 

Baca Juga  Kakankemenag Hadiri Puncak Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman.

“Ketika kita mendidik dengan cinta, kita tidak hanya mengisi kepala dengan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak mulia di dalam hati. Itulah pendidikan yang sesungguhnya,” tegas Rika Maria.

Rika juga menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi antar seluruh warga madrasah. Satu langkah bersama, satu hati dalam melayani, akan melahirkan kekuatan besar yang membuat madrasah semakin dicintai dan dicintai oleh anak-anak didik kita.

Kepala MTsN 3 Pasaman, Soniyata, MPd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca Juga  Nurhidayati Kepala MTsN 3 Padang Jadi Pengurus Forum Pendidik Madrasah Inklusif Pusat 

“Kami sangat berterima kasih atas pencerahan yang luar biasa ini. Seluruh guru dan tenaga kependidikan di sini hadir dengan semangat tinggi dan siap mewujudkan apa yang telah dibagikan. Kami berkomitmen menjadikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai nafas dalam setiap langkah pembelajaran di madrasah kami,” ujarnya dengan penuh harap.

Suasana workshop berlangsung hangat, akrab, dan penuh inspirasi. Para peserta tampak bersemangat, bertukar pikiran dan saling menguatkan. Kegiatan ini menjadi momentum berharga yang memperkuat tekad bersama: mendidik dengan hati, melayani dengan kasih, dan bersinergi untuk melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berbakti. (humas).