Benni Warlis Serukan Kekuatan Ranah dan Rantau
Sebelum menyampaikan tausiah Maulid Nabi, Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan kondisi Kabupaten Agam pascabencana alam yang berdampak terhadap pembangunan daerah.
Menurut Benni, kondisi tersebut membuat Kabupaten Agam mengalami ketertinggalan dibandingkan sejumlah daerah lain. Untuk mengejar ketertinggalan itu, dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk kekuatan masyarakat di ranah dan rantau.
“Kita tertinggal beberapa tahun dari kabupaten lain akibat musibah bencana alam beberapa waktu lalu. Karena itu, dibutuhkan sinergi dan kerja sama semua pihak, termasuk ranah dan rantau, untuk mengejar ketertinggalan ini,” ucap Benni.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sawahlunto dan LUAS yang sebelumnya turut membantu masyarakat Kabupaten Agam saat menghadapi musibah.
“Terima kasih banyak kepada Pemko dan LUAS Sawahlunto yang sudah terjun langsung membantu warga kami di Agam. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.
Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremonial
Dalam tausiah Maulid Nabi, Buya Benni mengajak jemaah menjadikan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam sekaligus menjadi teladan bagi umat manusia, khususnya dalam membangun akhlak dan kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan jadikan peringatan Maulid Nabi hanya sekadar seremonial. Mari kita meniru dan berpedoman kepada akhlak, serta kehidupan Rasulullah SAW,” pesannya.
Jemaah Bahas Persoalan Kampung hingga Pembangunan
Antusiasme jemaah semakin terlihat ketika panitia membuka sesi tanya jawab. Pertanyaan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan materi Maulid Nabi, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan kampung halaman dan pembangunan yang menjadi perhatian masyarakat.












