DHARMASRAYA, harianhaluan.id – Tim Supervisi guru yang dipercayakan Kepala MAN Dharmasraya Nasril Yunus dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum mulai melakukan observasi guru mengajar dari bulan April 2026. Supervisi kelas ini sebagai bentuk pemantauan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru, apakah pembelajaran telah sesuai dengan prosedur atau belum.
Desma Arora, sebagai salah satu tim supervisi guru melakukan pengamatan terhadap Helti Afrina di kelas fase E.4, Jumat 22 Mei 2026. Dengan pedoman observasi yang sesuai prosedur, guru dinilai sesuai dengan aktivitas pembelajaran di kelas. Hasil pengamatan ini sebagai dasar Penilaian Kinerja Guru (PKG) oleh tim dan kepala madrasah terhadap guru yang dinilai
“Helti telah melakukan pembelajaran yang sesuai dengan modul ajar yang didesain. Pembelajarannya sudah sesuai CP dan ATP Seni Budaya,” ujar Desma Arora saat pemberian refleksi pengajaran.
Sebagai guru di bawah naungan Kemenag RI, pengimplementasian panca cinta pada Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidaklah menjadi kurikulum yang asing bagi mereka.
“Cinta kepada bangsa dan Negara serta cinta kepada diri sendiri dan sesama terintegrasi oleh Helti pada pembelajarannya di kelas E4. Selain itu, penerapan pendekatan Deep Learning pada Kurikulum Merdeka sudah tampak sehingga prinsip joyful, Mindful dan Meaningfulnya juga terterapkan, ” terangnya lagi.
Supervisi guru mengajar bukanlah mencari kelemahan guru karena setiap guru memiliki kelebihan dan kekemahan. Ketika ditemukan kelebihan, baik model, strategi, metode , pendekatan bahkan media pembelajaran inovatif bisa dijadikan contoh bagi guru-guru lain agar berinovasi dalam pembelajaran.
Namun, jika ditemukan kekurangan guru, sebagai tim supervisi bukan menghakimi kekurangannya namun bisa dijadikan bahan refleksi dan evaluasi bagi guru untuk pembelajaran di masa yang akan datang.
Sebagai saran dari tim supervisi, hendaknya guru menerapkan juga pendekatan pembelajaran berdiferensiasi sehingga semua murid memiliki perlakuan yang sesuai dengan gaya belajar dan minat mereka. Oleh sebab itu, guru harus lebih kreatif, inovatif, kolaboratif dan komunikatif. Guru harus mengikuti perkembangan era teknologi digital dan berperan aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). (humas).






