LIMA PULUH KOTA, harianhaluan. id – Semangat kebangsaan dan nilai-nilai karakter kembali mewarnai halaman Kampus MAN Lima Puluh Kota, Senin pagi (27/7/26). Seluruh warga madrasah mengikuti upacara bendera dengan khidmat, tertib dan disiplin.
Sebagai petugas upacara Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Mulai dari pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga doa berlangsung lancar.
Dalam amanat Pembina Upacara, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Nelfia Nofitri, SPd.I, MPd menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas upacara serta peserta yang telah menunjukkan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh petugas OSIM yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Terima kasih juga kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Semoga semangat ini terus kita pertahankan,” katanya.
Nelfia Nofitri memberikan motivasi yang membakar semangat murid tentang pentingnya membangun karakter sebagai kunci meraih kesuksesan. Dia mengawali penyampaiannya dengan menjelaskan bahwa saat ini madrasah, termasuk MAN Lima Puluh Kota, telah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan pembelajaran humanis, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Dijelaskannya bahwa terdapat empat iklim utama yang menjadi fondasi kehidupan di madrasah, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan pembiasaan. Pembiasaan tersebut diwujudkan melalui budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), kebiasaan memberi salam kepada guru setiap pagi, melaksanakan salat Duha, serta salat Zuhur berjamaah.
Di hadapan seluruh peserta upacara, Nelfia Nofitri kemudian memaparkan tiga kunci utama menuju kesuksesan bagi setiap murid madrasah. Kunci pertama adalah memperkuat iman, takwa, dan ibadah kepada Allah SWT.
“Jika kita beriman, bertakwa dan rajin beribadah kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, insya Allah apa yang kita cita-citakan akan dimudahkan dan dikabulkan. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala usaha hamba-Nya,” tuturnya.
Kunci kedua adalah disiplin waktu dan disiplin belajar. Menurutnya, kedisiplinan menjadi modal utama bagi siswa untuk meraih prestasi, terlebih bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sementara kunci ketiga adalah memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.
“Orang yang mencintai ilmu dan terus bersemangat belajar akan memperoleh kehidupan yang berkah, bermanfaat bagi sesama, serta meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Itulah tiga kunci kesuksesan dalam hidup,” ujarnya.
Motivasi yang disampaikan pembina upacara mendapat perhatian serius dari seluruh peserta. Suasana halaman madrasah terasa hidup dan penuh optimisme. Para siswa tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan di madrasah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, SAg, M.MPd turut memberikan apresiasi kepada seluruh warga madrasah.
“Terima kasih kepada seluruh petugas dan peserta upacara yang telah melaksanakan kegiatan pagi ini dengan khidmat dan tertib. Semoga ke depan pelaksanaan upacara semakin baik dan semakin menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar seluruh warga madrasah,” ujarnya. (humas).






