HALUAN MADRASAH

Workshop MAN 3 Solok, Kakankemenag : Mata Pelajaran Harus Terintegrasi Nilai Moral

×

Workshop MAN 3 Solok, Kakankemenag : Mata Pelajaran Harus Terintegrasi Nilai Moral

Sebarkan artikel ini

SOLOK, harianhaluan.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, memberikan pembinaan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan di MAN 3 Solok. Kegiatan ini berlangsung di Kampus MAN 3 Solok. Senin (25/5/26).

Dalam kegiatan ini, Kakankemenag didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Lizi Virma Surianti, M.Si. Turut hadir Kepala Kantor Urusan Agama Lembah Gumanti, Yon Putra, MH serta menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, Dr. Khurnia Eva Nilasari, MPd.

Kegiatan Workshop berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 25, 26 dan 29 Mei 2026 dengan mengusung tema: “Melalui Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, Mari Kita Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Cinta Sehingga Tercipta Generasi Berakhlak Mulia.”

Dedi Wandra yang sekaligus sebagai narasumber menyampaikan apresiasi yang tinggi atas langkah progresif diambil MAN 3 Solok. Ia menekankan pentingnya wadah pengembangan diri dan kompetensi bagi guru guna menyelaraskan diri dengan arah dan kebijakan Kementerian Agama.

Baca Juga  Wujudkan Kepedulian Sosial, ASN MAN 2 Pasaman Gelar Ibadah Kurban

“Kita ingin proses pendidikan di madrasah berjalan lancar, bermanfaat dan yang paling utama adalah berdampak pada pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia. Guru harus diberikan wadah dan kesempatan yang luas untuk terus berkembang,” ujarnya

Kakankemenag juga mengingatkan esensi penting dari materi yang diajarkan di kelas. Seluruh mata pelajaran harus terintegrasi dengan nilai-nilai moral.

“Sejarah, misalnya, mengajarkan kepada kita betapa banyak kerusakan di muka bumi ini terjadi karena ulah dan keserakahan manusia. Melalui KBC ini, kita ingin menyentuh hati siswa agar mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan emosional dan spiritual,” tambahnya.

Dedi Wandra juga menguraikan bahwa implementasi KBC memegang peranan yang sangat strategis dalam dunia pendidikan saat ini, dengan empat pilar manfaat utama, yaitu, meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan yang humanis, meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan keterlibatan aktif siswa di kelas karena merasa dihargai dan dicintai dan meningkatkan keterampilan sosial anak didik agar mampu berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat.

Baca Juga  MTsN 5 Pesisir Selatan Laksanakan Tes Akademik dan Wawancara PMBM Jalur Reguler

Kepala MAN 3 Solok, H. Yulfentri, SPd, MM mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kakankemenag, Kasi Penmad, serta narasumber dari BDK Padang yang siap memberikan bimbingan dan materi kepada para tenaga pendidik dan kependidikan. Melalui lokakarya (workshop) ini, pihak madrasah berkomitmen untuk terus menambah informasi terbaru sekaligus melakukan evaluasi demi kemajuan pembelajaran di masa depan.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan pentingnya esensi dari kegiatan ini, terutama dalam merumuskan dan memahami bagaimana cara menumbuhkan sikap cinta di dalam proses pembelajaran, yang diimplementasikan melalui KBC di lingkungan MAN 3 Solok.

Khurnia Eva Nilasari mengupas aspek teknis dari kurikulum inovatif ini. Dalam sesinya, ia memberikan materi mendalam terkait sosialisasi KBC sekaligus memandu langsung latihan penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan KBC.

Khurnia menekankan bahwa formula KBC bertumpu pada empat pilar utama yang diintegrasikan langsung ke dalam perangkat ajar, yang pertama meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kreativitas dan meningkatkan keterlibatan siswa. (humas).