PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Kabupaten Pesisir Selatan kian serius membidik peran sebagai tuan rumah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumatera Barat tahun 2026. Keseriusan itu terlihat dari kunjungan Tim Survey dan Monitoring KONI Sumbar yang turun langsung meninjau kesiapan venue pada 31 Maret hingga 1 April 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Pelaksana Porprov XI Sumbar, Dr. Septri, didampingi Wakil Sekretaris KONI Sumbar Dr. Risky Syahputra, Fazril Ale dari Steering Committee (SC), serta Jasman Hery dari bidang pembinaan prestasi. Mereka meninjau sejumlah lokasi yang diusulkan sebagai arena pertandingan.
Rombongan disambut jajaran pengurus KONI Pesisir Selatan, dipimpin Ketua Umum M. Adli bersama pengurus lainnya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus menilai kelayakan daerah sebagai tuan rumah.
KONI Pesisir Selatan mengajukan enam cabang olahraga untuk dipertandingkan di daerah itu, yakni sepak takraw, pencak silat, hapkido, dayung, catur, dan bridge.
Sejumlah venue strategis pun telah disiapkan. GOR Zeini Zen Painan diusulkan untuk takraw, sementara pencak silat direncanakan berlangsung di Painan Convention Center (PCC). Untuk hapkido, disiapkan Aula Diknas Pessel dengan alternatif Gedung Gulat PGSI Sago.
Cabang dayung menjadi salah satu yang menarik perhatian, dengan lokasi di Batang Tarusan, tepatnya di bawah Jembatan Dua Nanggalo, serta alternatif di kawasan TPI Carocok Tarusan. Adapun catur dan bridge akan digelar di balkon atas PCC.
Hasil peninjauan menunjukkan sinyal positif. Tim KONI Sumbar menilai venue yang disiapkan tergolong layak dan memenuhi standar untuk pelaksanaan event olahraga tingkat provinsi.
Tak hanya itu, ketersediaan sarana dan prasarana dinilai cukup representatif.
Keunggulan geografis Pesisir Selatan yang memiliki bentang alam pesisir juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Konsep sport tourism pun mencuat sebagai potensi besar. Sinergi antara olahraga dan pariwisata diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara signifikan selama perhelatan berlangsung.
Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, menyampaikan bahwa awalnya terdapat 11 cabang olahraga yang mengajukan diri. Namun, melalui proses seleksi dan kesiapan teknis, kini mengerucut menjadi enam cabang yang dinilai paling siap.
“Ini hasil dari dinamika dan evaluasi bersama. Kita fokus pada cabang yang benar-benar siap dari sisi venue dan dukungan teknis,” ujarnya pada wartawan di Painan, Rabu (1/4/2026).
Saat ini, pihaknya tengah menunggu Surat Keputusan serta pernyataan resmi kesediaan dari Bupati Pesisir Selatan sebagai bagian dari persyaratan administrasi.
KONI Sumbar sendiri memberikan batas waktu hingga 3 April 2026 bagi daerah untuk menyampaikan konfirmasi final sebelum ditetapkan dalam rapat koordinasi.
Sementara itu, dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Ronald Bernando, menyatakan pihaknya siap mendukung penunjukan daerah sebagai tuan rumah.
“Dinas Parbudpora Pessel mendukung penuh. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan kita menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.
Menjadi tuan rumah Porprov bukan sekadar soal pertandingan. Lebih dari itu, ada efek berantai yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Kedatangan atlet, ofisial, dan penonton diyakini akan menghidupkan sektor UMKM, perhotelan, kuliner, hingga transportasi. Di sisi lain, momentum ini juga menjadi panggung promosi wisata Pesisir Selatan ke tingkat yang lebih luas.
Tak hanya itu, kesiapan sebagai tuan rumah akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, sekaligus menjadi ajang pembinaan atlet lokal agar lebih berprestasi.
Jika berhasil, Pesisir Selatan tak hanya menjadi tuan rumah ajang olahraga, tetapi juga memperkuat citranya sebagai daerah yang mampu menggelar event berskala besar. Dengan optimisme dan dukungan berbagai pihak, Pesisir Selatan kini menatap Porprov XI Sumbar 2026 sebagai peluang emas dengan tagline:
“Olahraga maju, pariwisata tumbuh, ekonomi masyarakat menguat.” (*)












