PENDIDIKANKAMPUSSUMBAR

Pesatnya Arus Digitalisasi, Studi Humanitas ISI Padangpanjang ‘Pasang Badan’ dengan Pelatihan Menulis

×

Pesatnya Arus Digitalisasi, Studi Humanitas ISI Padangpanjang ‘Pasang Badan’ dengan Pelatihan Menulis

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID – Prodi Studi Humanitas Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang lakukan pencegahan terhadap impitan informasi yang begitu cepat di era disrupsi digital melalui pelatihan menulis.

Workshop Jurnalistik dan Penulisan Kreatif yang digelar di salah satu Kampus ISI Padangpanjang, Kamis (17/9/2026) kemarin, digagas oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Humanitas sebagai langkah dalam menyiapkan generasi muda untuk berpikir kritis.

Wakil Dekan III Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang, Enrico Alamo, mengatakan pentingnya pelatihan menulis bagi generasi muda hari ini adalah sebagai bentuk benteng terbaik dalam menyaring informasi yang serba cepat.

“Tantangan era digital ini tidak hanya sekadar memanfaatkan teknologi dengan baik, tapi juga bagaimana kita mampu mengambil bagiam. Penulisan berbasis jurnalistik ini sebagai pilihan yang tepat menjawab tantangan itu,” katanya.

Enrico menjelaskan, menulis tidak hanya sebatas wujud keahlian begitu saja. Namun, lebih jauhnya menjadi misi terpenting dalam mencapai wujud kemanusiaan, sebagaimana yang digerakkan langsung oleh Prodi Studi Humanitas ISI Padangpanjang.

“Makanya saya mengatakan ini pilihan yang tepat. Studi Humanitas mengemban tujuan humanis dan menulis kreatif berbasis jurnalistik ini salah satu jalannya untuk bisa melangkah mencapai tujuannya,” katanya.

Oleh karena itu, Wakil Dekan III Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang tersebut mengharapkan pelatihan menulis ini tidak hanya terpajang dalam ingatan peserta, tapi langsung diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ranah akademis dan masyarakat secara langsung.

Baca Juga  Tingkatkan Konsumsi Ikan, DKP Sumbar Gelar Lomba Masak

Kemudian dari Ketua Prodi Studi Humanitas ISI Padangpanjang, Darmansyah, juga mengatakan bahwa pentingnya menulis tidak terlepas dari kebutuhan hari ini di tengah kecepatan informasi yang tak terbatas.

“Komunikasi yang tidak terbatas menuntut kita banyak hal, sehingga kita harus mampu memanfaatkannya dengan baik. Apabila salah, tentu tidak akan bermanfaat dan bahkan bisa membahayakan,” uajrnya.

Melalui pelatihan menulis ini, sambung Darmansyah, diharapkan ke depannya para generasi muda hari ini akan menjadi bagian terbaik dalam mengemban amanahnya sebagai kontrol sosial yang semakin mengarahkan perubahan menjadi lebih baik.

“Makanya kita mengambil kesempatan ini agar kontribusi kita hari ini melalui menulis mampu berdampak positif bagi masyarakat. Kita harus mengambil kesempatan itu karena tantangan yang kita hadapi begitu besar, sehingga hadirnya tulisan kreatif berbasis jurnalistik ini menjadi salah satu kontribusi terbaik kita nantinya,” harap Kaprodi Studi Humanitas tesebut.

Mengubah Sudut Pandang Menulis

Harapan sejalan juga disampaikan ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Haikal. Ia mengatakan pelatihan menulis ini hadir karena perkembangan digitalisasi yang begitu pesat, di mana penyebaran informasi pun sangat cepat.

Baca Juga  Tahap Pengerjaan, Jalan Payakumbuh-Sitangkai Sudah Retak

“Kita tidak hanya dituntut sebagai penerima informasi begitu saja, tapi justru semakin menambah kemampuan kita untuk berpikir kritis. Dari pelatihan inilah diharapkan agar kita mampu meningkatkan kemampuan dalam mengolah, menyaring, dan memahami informasi dengan baik. Bahkan kita menjadi bagian dari hal-hal yang informatif itu sendiri,” katanya.

Workshop Jurnalistik dan Penulisan Kreatif ini tidak hanya diiukti oleh puluhan peserta dari mahasiswa ISI Padangpanjang, melainkan juga dari utusan sekolah SMA/SMK se-Kota Padang Panjang. Adapun narasumbernya yaitu Kiki Nofrijum yang merupakan Redaktur Budaya Harian Haluan.

Materi kepenulisan pada pelatihan tersebut sangat menarik. Materinya tidak dihadapkan langsung dengan teori dan teknik menulis, akan tetapi ada pembedahan tentang stigma menulis yang selalu dianggap rumit.

Pelatihan ini begitu antusias diikuti oleh peserta, karena tidak hanya menghadirkan bentuk kegiatan yang bersifat teoritis. Kegiatan ini juga melakukan praktik langsung terhadap menulis oleh peserta yang memiliki ragam gagasan, sehingga menghasilkan tulisan beragam dalam pendekatan jurnalistik. Melalui Workshop Jurnalistik dan Kepenulisan Kreatif ini, diharapkan upaya ini mampu menjadi perwujudan dalam meningkatkan kreativitas dan daya berpikir kritis generasi muda, serta menjadi bagian terpenting dalam menyuguhkan informasi yang berdampak positif bagi masyarakat nantinya. (h/jum)