PERISTIWA

Lansia Ditemukan Meninggal di Aliran Air Sungai Liku Pelangai, Keluarga Tolak Autopsi

×

Lansia Ditemukan Meninggal di Aliran Air Sungai Liku Pelangai, Keluarga Tolak Autopsi

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Warga Nagari Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang lansia di aliran air kawasan Kampung Jo Banyak, Senin (6/4/2026) siang. Korban diketahui bernama M. Junus (80), seorang tukang cukur yang sehari-hari tinggal di Sungai Liku Tengah.

Peristiwa ini bermula saat korban dilaporkan hilang sejak Minggu pagi (5/4/2026). Terakhir kali, korban terlihat berada di rumah bersama anak dan menantunya sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, setelah keluarga kembali dari keperluan di luar rumah pada sore hari, korban sudah tidak berada di kediamannya.

Kondisi cuaca hujan membuat pencarian sempat tertunda hingga keesokan harinya. Pada Senin pagi, keluarga mulai melakukan pencarian secara intensif, menyisir sejumlah lokasi mulai dari jalan raya menuju Kecamatan Lengayang hingga Linggo Sari Baganti, namun belum membuahkan hasil.

Upaya pencarian kemudian berlanjut ke area perkebunan di Kampung Jo Banyak. Sekitar pukul 11.30 WIB, keluarga menemukan petunjuk berupa sehelai pakaian yang dikenali sebagai milik korban di dekat aliran air. Penelusuran pun dilanjutkan hingga akhirnya, sekitar 50 meter dari lokasi tersebut, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga  Hujan Deras, Banjir Rendam Kawasan Alai, Kendaraan Banyak Mogok

“Korban ditemukan dalam posisi miring ke kanan dengan luka robek di bagian belakang kepala yang masih mengeluarkan darah,” ujar Safrizal salah seorang saksi di lokasi.

Karena keterbatasan peralatan dan sulitnya akses komunikasi di lokasi yang tidak memiliki jaringan seluler, keluarga bersama warga setempat melakukan evakuasi secara manual menggunakan kain dan bambu. Jenazah kemudian dibawa secara bergotong royong menuju permukiman warga.

Informasi penemuan tersebut segera diteruskan kepada pihak berwenang. Personel Polsek Ranah Pesisir bersama BPBD, tenaga kesehatan dari Puskesmas Balai Selasa, serta unsur pemerintah nagari langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Dalam perjalanan menuju lokasi, petugas berpapasan dengan warga yang telah lebih dahulu mengevakuasi korban. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka.

Baca Juga  Penasehat DWP Pasbar Beri Wejangan ke Anggota

Hasil pemeriksaan awal oleh dokter jaga Puskesmas Balai Selasa menunjukkan adanya luka robek di bagian belakang kepala korban. Meski demikian, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan medis lebih dalam, termasuk autopsi.

Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk segera menyelenggarakan pemakaman. Mereka juga akan membuat surat pernyataan resmi terkait penolakan autopsi yang akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Namun, pihak kepolisian tetap mencatat keterangan sejumlah saksi guna melengkapi administrasi dan memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama keluarga dengan anggota lansia, untuk meningkatkan pengawasan dan perhatian, terlebih saat kondisi cuaca kurang bersahabat dan lingkungan sekitar memiliki potensi risiko. (*)