DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya melalui Dinas Pertanian membuka akses Program Beasiswa SDM Sawit 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.
Program beasiswa nasional ini menyediakan lebih dari 4.000 kuota dan ditujukan khusus bagi putra-putri keluarga pekebun kelapa sawit untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi dan institut di seluruh Indonesia.
Pemkab Dharmasraya melalui Dinas Pertanian kini menggencarkan sosialisasi agar semakin banyak generasi muda Dharmasraya memanfaatkan peluang tersebut dan lolos sebagai penerima beasiswa.
Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya melalui Kepala Bidang Perkebunan, Pentri, mengatakan program Beasiswa SDM Sawit sebenarnya telah lama tersedia, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah melalui jalur kelembagaan.
“Untuk tahun ini, Pemkab Dharmasraya sangat gencar melakukan sosialisasi agar anak-anak Dharmasraya banyak yang ikut dalam program ini dan lolos menjadi mahasiswa di berbagai universitas maupun institut di Indonesia,” ujar Pentri.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku bulanan, bantuan uang buku setiap enam bulan, sertifikat kompetensi, program magang, hingga biaya transportasi keberangkatan ke daerah tujuan studi.
Menurut Pentri, beasiswa ini diperuntukkan bagi putra-putri pekebun kelapa sawit, anak karyawan dan keluarga karyawan perkebunan sawit, pengurus kelembagaan perkebunan, pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit, serta aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di bidang perkebunan sawit.
Ia menambahkan, syarat utama pendaftaran adalah lulusan SMA/SMK sederajat dengan usia maksimal 23 tahun.
“Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://beasiswasdmsawit.id/,” katanya.
Pentri mengimbau masyarakat, khususnya keluarga petani sawit di Dharmasraya, agar tidak melewatkan kesempatan tersebut.
“Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih pendidikan tinggi dan menjadi SDM unggul bagi masa depan perkebunan sawit Indonesia, demi mewujudkan generasi unggul untuk perkebunan sawit Indonesia yang maju,” tuturnya.
Secara terpisah, Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Barat, Jon Asri, menyebut minat anak-anak petani sawit Dharmasraya terhadap program tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut Jon Asri, sejak program itu dibuka, sudah banyak anak petani sawit asal Dharmasraya yang berhasil lolos dan menamatkan pendidikan tinggi melalui jalur Beasiswa SDM Sawit.
“Belakangan ini anak-anak Dharmasraya menjadi yang terbanyak lolos beasiswa sawit. Saya ikut membimbing langsung para peserta maupun calon penerima beasiswa secara sukarela,” kata Jon Asri.
Ketua KUD Lubuk Karya itu berharap Dharmasraya kembali menjadi daerah dengan jumlah penerima Beasiswa SDM Sawit terbanyak tahun ini.
“Mudah-mudahan tahun ini Dharmasraya kembali menjadi penerima beasiswa terbanyak berkat kerja sama dan dorongan orang tua serta Pemkab Dharmasraya,” ujarnya. (*)












