PADANG, HARIANHALUAN.ID — SMP Negeri 30 Padang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan karakter, prestasi, serta inovasi pembelajaran. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Agusrial yang mulai menjabat sejak Maret 2026, sekolah ini mengusung visi “Terwujudnya murid yang berimtaq, berprestasi, dan peduli lingkungan.”
Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah, mulai dari bidang akademik hingga non-akademik. Di antaranya pencak silat, pramuka, TPA, musik tradisional, randai, sabatipul, futsal, basket, tari tradisional, English Club, MSQ, volley, hingga tahfizh. Program-program ini dirancang untuk menggali potensi siswa secara menyeluruh.
Dalam meningkatkan mutu pembelajaran, SMPN 30 Padang menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya melalui peningkatan profesionalisme pendidik dengan mengaktifkan komunitas belajar (Kombel), program mentoring antar guru, serta supervisi kelas secara terstruktur. Selain itu, sekolah juga mendorong inovasi metode pembelajaran berbasis teknologi seperti game-based learning, metode jigsaw, serta pemanfaatan video tutorial untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif.
Tak hanya itu, budaya riset juga menjadi perhatian utama. Melalui ekstrakurikuler karya tulis ilmiah, siswa dibina untuk mengikuti ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Strategi ini terbukti efektif dalam mendorong siswa meraih prestasi dan melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
Sejumlah capaian gemilang pun berhasil diraih, di antaranya Juara Umum 2 tingkat SMP se-Sumatera Barat pada Kejuaraan Tapak Suci, Juara 1 Coding tahun 2026, serta berbagai prestasi di bidang olahraga seperti futsal, basket, dan badminton. Selain itu, siswa SMPN 30 Padang juga kerap dipercaya mengisi berbagai kegiatan tingkat daerah hingga provinsi melalui penampilan seni tari dan musik tradisional.
Kepala SMPN 30 Padang, Agusrial, menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah.
“Prestasi yang diraih siswa merupakan buah dari kolaborasi antara sekolah, guru, dan dukungan orang tua. Kami berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, nyaman, dan mendorong siswa untuk berani berprestasi sesuai potensi masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan sekolah akan terus memperkuat budaya riset dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.“Kami ingin menanamkan pola pikir kritis dan budaya meneliti sejak dini, sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Ke depan, sekolah menargetkan penguatan budaya riset sebagai pola pikir seluruh siswa, pengembangan ekosistem digital terintegrasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas perundungan. Dari sisi sarana, sekolah juga berencana melakukan revitalisasi fasilitas seperti pagar sekolah, toilet, serta pengembangan perpustakaan menjadi smart library berbasis digital.(h/sil)












