PENDIDIKAN

UNP Uji Model Simulasi Tsunami, Bangun Budaya Siaga Bencana di Kampus

×

UNP Uji Model Simulasi Tsunami, Bangun Budaya Siaga Bencana di Kampus

Sebarkan artikel ini
Simulasi
Tim pengabdian dosen Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkan model kesiapsiagaan tsunami melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Pendekatan Inovasi dan Penyelesaian Masalah UNP (PIPU). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar simulasi tsunami di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNP. HUMAS

PADANG, harianhaluan.id — Ancaman tsunami menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Ribuan mahasiswa yang beraktivitas di kampus membutuhkan pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri, jalur evakuasi, serta lokasi aman apabila terjadi bencana. Tanpa pengetahuan dan latihan yang memadai, proses evakuasi berpotensi menghadapi kendala ketika situasi darurat terjadi.

Persoalan tersebut mendorong tim pengabdian dosen Universitas Negeri Padang (UNP) mengembangkan model kesiapsiagaan tsunami melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) dengan Pendekatan Inovasi dan Penyelesaian Masalah UNP (PIPU). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar simulasi tsunami di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNP.

Kegiatan ini tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai bencana, tetapi juga menguji penerapan model simulasi yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pengenalan mahasiswa baru. Melalui pendekatan tersebut, kesiapsiagaan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, melainkan bagian dari kebiasaan mahasiswa selama berada di lingkungan kampus.

Simulasi tsunami itu diintegrasikan dengan kegiatan Pengenalan Kampus tingkat Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) FMIPA UNP. Sebanyak 123 peserta mengikuti kegiatan tersebut, dengan dukungan dua mahasiswa anggota pengabdi dan 36 mahasiswa panitia pengenalan kampus tingkat Himafi.

Ketua tim pengabdian, Zulhendra, M.Si., mengatakan integrasi simulasi dengan kegiatan pengenalan mahasiswa baru merupakan langkah awal untuk membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.

“Ketika kesiapsiagaan diperkenalkan sejak awal mahasiswa memasuki kampus, pengetahuan mengenai evakuasi tidak berhenti sebagai materi, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus terbawa selama berada di lingkungan kampus,” ujar Zulhendra.

Baca Juga  Rapiun Raih Gelar Penyuluh Terbaik 1 di Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award Sumatra Barat 2024

Menurutnya, pengenalan jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri perlu disertai latihan langsung agar mahasiswa memiliki gambaran mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman tsunami.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada respons awal terhadap ancaman tsunami, jalur evakuasi, Tempat Evakuasi Sementara (TES), serta prosedur evakuasi secara tertib. Peserta juga mengikuti latihan evakuasi menuju TES yang berada di lingkungan FMIPA UNP.

UNP Uji Model Simulasi Tsunami, Bangun Budaya Siaga Bencana di Kampus

Dekan FMIPA UNP, Prof. Dr. Yulkifli, M.Si., menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun melalui pengetahuan dan latihan yang nyata serta berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesadaran keselamatan di lingkungan kampus.

Simulasi ini sekaligus menjadi uji coba untuk memvalidasi penerapan latihan tsunami secara rutin setiap tahun bagi mahasiswa baru UNP. Dengan demikian, kegiatan pengenalan kampus berpotensi menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan prosedur keselamatan sejak awal masa perkuliahan.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa simulasi tsunami memungkinkan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan pengenalan mahasiswa baru. Model tersebut selanjutnya dapat dikembangkan di masing-masing departemen dengan menyesuaikan jumlah mahasiswa, karakteristik bangunan, jalur evakuasi, dan titik aman.

Selain latihan evakuasi, program pengabdian ini juga mencakup pengembangan safety induction atau pengenalan keselamatan, digitalisasi informasi evakuasi, serta evaluasi kapasitas tempat evakuasi vertikal atau shelter pada lima bangunan FMIPA UNP.

Kelima bangunan yang menjadi objek evaluasi tersebut meliputi Laboratorium Fisika, Laboratorium Biologi, Laboratorium Kimia, Gedung Perkuliahan FMIPA, dan Gedung Dekanat FMIPA UNP. Evaluasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan layanan Kampus Tangguh Tsunami.

Baca Juga  Ribuan Warga Padati Sport Center Koto Padang, Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya di Akhir Pekan Sukses

Melalui pengembangan layanan tersebut, edukasi kebencanaan, informasi evakuasi, latihan penyelamatan diri, dan evaluasi fasilitas keselamatan diintegrasikan dalam satu pendekatan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mendukung sistem keselamatan kampus yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Pendekatan PIPU dalam kegiatan ini menitikberatkan pada penyelesaian persoalan nyata melalui inovasi dan penerapan solusi secara langsung. Dalam konteks kebencanaan, persoalan kurangnya pembiasaan terhadap prosedur evakuasi dijawab melalui latihan yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

Tim pengabdian dipimpin Zulhendra, M.Si., bersama Ryan Fikri, M.T., Tessy Octavia Mukhti, M.Stat., dan Azhari Syarief, M.Si. Sementara itu, Prof. Dr. Yulkifli, M.Si., berperan sebagai anggota mitra dalam kegiatan tersebut.

Pengembangan model simulasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan serupa di departemen lain di lingkungan UNP. Penyesuaian terhadap kondisi bangunan dan karakteristik masing-masing departemen menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penerapannya.

Dengan integrasi simulasi ke dalam kegiatan pengenalan mahasiswa baru, UNP berupaya memperluas pendidikan kesiapsiagaan bencana dari kegiatan pengabdian menjadi pembiasaan di lingkungan kampus. Keberlanjutan latihan dan pengembangan fasilitas keselamatan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya tersebut.

Melalui langkah ini, UNP berupaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak mahasiswa pertama kali memasuki lingkungan perguruan tinggi. Pengembangan simulasi, informasi evakuasi, dan evaluasi shelter menjadi bagian dari upaya mewujudkan UNP sebagai Kampus Tangguh Bencana. (h/rel/isr)