PADANG, HARIANHALUAN.id — Penggunaan motor listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Tetapi di balik teknologi yang modern dan efisien, pengendara juga dituntut memahami karakteristik motor listrik agar tetap aman saat digunakan di jalan raya.
Melihat perkembangan tersebut, PT Hayati Pratama Mandiri selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda wilayah Sumatera Barat memberikan edukasi keselamatan berkendara atau safety riding kepada masyarakat pada Jumat (8/5).
Edukasi tersebut disampaikan langsung oleh instruktur safety riding Honda Hayati, Benarivo De Frize, sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara berkendara aman menggunakan motor listrik.
Menurut Benarivo, salah satu perbedaan utama motor listrik dibandingkan motor berbahan bakar konvensional adalah suara mesin yang jauh lebih senyap.
Kondisi ini membuat pengendara harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama pejalan kaki maupun pengendara lain yang mungkin tidak menyadari keberadaan kendaraan.
“Motor listrik memiliki akselerasi yang responsif dan suara yang lebih halus. Karena itu, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi sekitar serta mampu mengontrol kecepatan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karakter akselerasi motor listrik yang lebih spontan membutuhkan penyesuaian dari pengendara, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali beralih dari motor konvensional.
Selain teknik berkendara, Benarivo juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap sistem baterai dan proses pengisian daya.
Menurutnya, penggunaan pengisi daya yang sesuai standar serta kebiasaan pengisian daya yang benar menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan kendaraan.
“Pengguna harus memastikan penggunaan charger sesuai standar dan menghindari modifikasi kelistrikan yang tidak dianjurkan,” katanya.
Sejumlah Tips Aman
Dalam edukasi tersebut, Honda Hayati turut membagikan sejumlah tips aman berkendara motor listrik, antara lain selalu waspada terhadap pejalan kaki karena suara motor lebih senyap.
Kemudian mengontrol akselerasi secara halus dan tidak agresif, memastikan kondisi baterai dan sistem kelistrikan dalam keadaan baik dan menggunakan perlengkapan berkendara secara lengkap dan selanjutnya melakukan pemeriksaan rutin di bengkel resmi.
Honda Hayati berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penggunaan motor listrik tidak hanya soal mengikuti tren kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga memahami cara penggunaannya secara aman dan bertanggung jawab.
“Manfaat motor listrik sebagai kendaraan masa depan akan semakin optimal jika diiringi dengan budaya berkendara yang aman dan disiplin,” tutup Benarivo. (h/ita)












