PADANG PANJANG, harianhaluan.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN)1 Padang Panjang kembali meneguhkan komitmennya dalam mendampingi peserta didik menentukan arah masa depan melalui kegiatan Sosialisasi Pemilihan Jurusan, Jumat (8/5/26).
Acara ini digelar dengan menggandeng salah satu lembaga bimbingan belajar, menghadirkan strategi pemilihan mata pelajaran jurusan sekaligus membekali siswa dengan trik menuju perguruan tinggi negeri (PTN) impian.
Kegiatan berlangsung penuh antusias, dihadiri oleh peserta didik bersama orang tua. Kehadiran orang tua menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab madrasah, melainkan kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga. Pemilihan mata pelajaran jurusan dianggap sebagai langkah krusial, karena akan menentukan arah studi dan masa depan peserta didik.
Sebagai pemateri utama, hadir Ria Agusriani pimpin lembaga bimbingan belajar tersebut.
Dia menjelaskan secara detail mekanisme dan strategi menghadapi jalur SNBP, UTBK, hingga seleksi mandiri. Penjelasan yang rinci dan praktis membuat peserta didik semakin bersemangat, terbukti dari antusiasme mereka mengikuti jalannya acara.
Setelah sesi penyampaian materi, seluruh peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung bersama orang tua mengenai pilihan mata pelajaran jurusan. Momen ini menjadi ruang penting untuk menyatukan harapan siswa dengan dukungan keluarga, sehingga keputusan yang diambil benar-benar sesuai minat, bakat, dan cita-cita. Diskusi hangat antara anak dan orang tua mencerminkan betapa pentingnya komunikasi dalam menentukan arah pendidikan, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara keluarga dan madrasah.

Kepala MAN 1 Padang Panjang, Dr. Lainah, menegaskan bahwa pemilihan jurusan bukan sekadar memilih mata pelajaran, melainkan menentukan arah masa depan. Dia menyampaikan bahwa keberhasilan seorang anak tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak madrasah, tetapi harus menjadi hasil kolaborasi antara madrasah dan keluarga.
“Penentuan masa depan peserta didik adalah hasil kolaborasi antara madrasah dan keluarga. Madrasah memberikan bekal ilmu, strategi, dan pembimbingan, sementara keluarga memberikan dukungan moral, doa, dan penguatan. Keduanya harus berjalan beriringan agar anak-anak kita mampu mencapai cita-cita yang mereka impikan, ” katanya.
Lainah juga mengingatkan bahwa kondisi dunia pendidikan saat ini menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu, peserta didik diminta untuk tetap fokus dan tidak mudah goyah dalam mengejar cita-cita.
“Di tengah kondisi pendidikan yang tidak baik-baik saja, ananda harus tetap fokus, berjuang, dan berkomitmen pada cita-cita. Jangan biarkan keadaan melemahkan semangat. Madrasah sudah memberikan bekal, tinggal bagaimana ananda menggunakannya dengan sungguh-sungguh.”
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan wawasan akademik, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa masa depan peserta didik adalah hasil kerja sama yang harmonis antara madrasah, keluarga, dan lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peserta didik MAN 1 Padang Panjang mampu menentukan jurusan yang tepat, didukung penuh oleh orang tua, dan siap melangkah menuju masa depan gemilang. (humas).






